DPR Tonton Video Porno
DPR Harus Bangun Budaya Malu dan Bertanggung Jawab
Jika DPR ingin membangun budaya malu dan bertanggung jawab, maka anggota Dewan yang bermasalah dan terbukti secara hukum
"Saya sepakat yang jelas-jelas dimuka publik salah, yang tertangkap salah. Harus budayakan malu, menyatakan mundur. Yang tertangkap tangan korupsi," kata Ketua DPR RI Marzuki Alie di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (12/4/2011).
Marzuki melihat masalah anggota F-PKS Arifinto memiliki dua sisi. Pertama dari azaz di dalam penegakan hukum selalu berpegang pada asas praduga tak bersalah. Di sisi lain ada budaya yang ingin dibangun, budaya malu, budaya yang bertanggung jawab.
"Kita ingin budaya malu, bertanggung jawab. Dengan kebebasan sekarang ini, bisa saja seseorang itu diisukan, dituduh seolah-olah bersalah, padahal yang bersangkutan tidak melakukan itu," jelas Marzuki.
Marzuki mengungkapkan, dalam membangun budaya yang lebih baik di DPR, langkah Arifinto layak dijadikan contoh. Sebab, tindakan menonton gambar porno di DPR menuntut tanggung jawab kepada rakyat.
"Saya sepakat yang sudah jelas di muka publik salah ya budayanya itu langsung nyatakan berhenti," tambah Marzuki.