Prabowo Tantang Pembela Koruptor: Yang Membela Maling-maling Itu, Kau akan Berhadapan dengan Rakyat
Prabowo menegaskan bahwa siapa pun yang membela para ‘maling’ kekayaan negara akan langsung berhadapan dengan kekuatan seluruh rakyat Indonesia.
Ringkasan Berita:
- Presiden RI Prabowo Subianto menantang pihak-pihak yang mencoba melindungi pelaku korupsi di tanah air.
- Prabowo menegaskan bahwa siapa pun yang membela para ‘maling’ kekayaan negara akan langsung berhadapan dengan kekuatan seluruh rakyat Indonesia.
- Prabowo menilai perlindungan terhadap kekayaan negara sangat krusial di tengah situasi dunia yang didera ketidakpastian ekonomi dan konflik geopolitik.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menantang pihak-pihak yang mencoba melindungi pelaku korupsi di tanah air.
Prabowo menegaskan bahwa siapa pun yang membela para ‘maling’ kekayaan negara akan langsung berhadapan dengan kekuatan seluruh rakyat Indonesia.
Baca juga: Lihat Jejak Marsinah, Prabowo Soroti Kolusi Kekuasaan Ekonomi hingga Ungkap Keprihatinan Mendalam
Mulanya, Prabowo berbicara bahwa dirinya tidak akan mundur sedikit pun dalam mengawal kekayaan alam dan aset negara agar tidak terus-menerus mengalami kebocoran.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa yang setia pada kepentingan umum untuk merapatkan barisan di belakang pemerintah.
"Kita tidak mau lagi kekayaan Indonesia dicuri terus! Kita tidak mau lagi kekayaan Indonesia dicuri terus! Yang mau membela rakyat bersama-sama saya, silakan. Yang mau membela maling-maling itu, silakan di situ. Kau akan hadapan dengan seluruh rakyat Indonesia. Saya yakin itu," tegas Presiden Prabowo dalam pidatonya saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
Prabowo menilai perlindungan terhadap kekayaan negara sangat krusial di tengah situasi dunia yang didera ketidakpastian ekonomi dan konflik geopolitik.
Baca juga: PDIP Setuju Prabowo: Bung Karno Bukan Milik Satu Partai
Menurutnya, ketahanan nasional hanya bisa kokoh apabila komoditas strategis, terutama pangan, dikelola secara bersih dan bebas dari praktik pembobolan dana negara.
Ia juga mengingatkan bahwa program-program kerakyatan beranggaran besar yang sedang dijalankan saat ini harus diwujudkan melalui kerja sama tim yang bersih dari penyimpangan.
Evaluasi ketat pun akan terus diberlakukan secara berkala di tingkat pusat maupun daerah.
"Ini adalah teamwork. Seluruh tim bekerja. Menteri-menteri, ada yang ngurus legalitas masalah hukumnya, ada yang ngurus ada yang ngurus keuangan, ya," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Presiden-Prabowo-Subianto-SATGAS-PKH-12341sdgfsdg.jpg)