Senin, 13 April 2026

Sisi Lain Kehidupan M Nazaruddin

Kakak Nazaruddin: Enggak Ada Sedih, Semua Manusia Pasti Mati

Teman kecil M Nazaruddin, Julianto menyebut Nazaruddin setiap Hari Raya Idul Fitri selalu datang ke Bah Jambi. Di wilayah itu, ia punya rumah

Laporan Wartawan Tribun Medan, Liston Damanik

TRIBUNNEWS.COM - Teman kecil M Nazaruddin, Julianto menyebut Nazaruddin setiap Hari Raya Idul Fitri selalu datang ke Bah Jambi. Di wilayah itu, ia punya rumah yang hanya ditempati untuk momen-momen tertentu seperti Lebaran.

Ketika ditanyai komentar tentang tuduhan korupsi yang menimpa kawannya itu, Julianto berpikir sejenak.

"Nggak tahu, ya. Namanya juga manusia bisa berubah. Tapi, mudah-mudahan itu tidak benar," katanya.

Sekitar 300 meter dari rumah singgah Nazaruddin, Nur -kakak kandung Nazaruddin- tinggal bersama keluarganya, mewariskan usaha keluarga, menjalankan peternakan kambing dan sapi. Di mulut gang berdiri, patung kambing yang menjelaskan daerah itu merupakan sentra jual-beli ternak.

Nur yang ditemui di belakang rumah berpekarangan luas itu sedang memasak. Suaminya, Anep, sedang bersiap memerah susu sapi. Nur tidak mau berkomentar tentang adiknya itu.

"Beritanya kan sudah banyak. Jadi, ya sudahlah," katanya.

Ketika ditanya apakah sedih mendengar kabar pemecatan Nazaruddin, Anep berkomentar dengan ketus.

"Nggak ada sedih-sedih. Semua manusia pasti mati," katanya sambil menuju kandang. Sambil memeras susu sapi Australia, Anep bersungut-sungut dan menolak dikait-kaitkan dengan Nazaruddin.

"Kami usaha sendiri. Susah-susah sendiri. Tidak ada kaitannya dengan dia," ujarnya.

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved