Contek UN Berjamaah di Surabaya
Ketua MPR: Saya Berkaca Pada Anak Ibu Siami
Alifah Ahmad Maulana dinilai telah berjasa dan memberikan contoh baik kepada semua orang tentang kejujuran
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Negara harus melindungi anak dari ibu Siami yang mengadukan kasus mencontek massal saat ujian nasional di Surabaya. Alifah Ahmad Maulana dinilai telah berjasa dan memberikan contoh baik kepada semua orang tentang kejujuran.
"Bukan bu Siami, tapi anaknya. Yang berkarakterkan anaknya, anaknya dari ajaran ibunya," ujar Ketua MPR, Taufik Kiemas saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/6/2011).
Menurut Taufik, pengungkapan mencontek massal oleh ibu Siami dan anaknya merupakan contoh terbaik dan kejujuran dari seorang anak. "Seorang anak jujurnya luar biasa. Kalau seorang anak jujur begini kalau jadi pemimpin pasti lebih jujur, saya sendiri pun mesti berkaca pada anaknya bu Siami, luar biasa sekali," jelas Taufik.
Seperti diketahui sebelumnya, Siami tak pernah membayangkan niat tulus mengajarkan kejujuran kepada anaknya malah menuai petaka. Warga Jl Gadel Sari Barat, Kecamatan Tandes, Surabaya, itu diusir ratusan warga setelah ia melaporkan guru SDN Gadel 2 yang memaksa anaknya, Al, memberikan contekan kepada teman-temannya saat ujian nasional pada 10-12 Mei 2011 lalu. Bertindak jujur malah ajur!
Teriakan “Usir, usir…tak punya hati nurani,” terus menggema di Balai RW 02 Kelurahan Gadel, Kecamatan Tandes, Surabaya, Kamis (9/6/2011) siang. Ratusan orang menuntut Ny Siami meninggalkan kampung. Sementara wanita berkerudung biru di depan kerumunan warga itu hanya bisa menangis pilu. Suara permintaan maaf Siami yang diucapkan dengan bantuan pengeras suara nyaris tak terdengar di tengah gemuruh suara massa yang melontarkan hujatan dan caci maki.
Keluarga Siami dituding telah mencemarkan nama baik sekolah dan kampung. Setidaknya empat kali, warga menggelar aksi unjuk rasa, menghujat tindakan Siami. Puncaknya terjadi pada Kamis pekan lalu. Lebih dari 100 warga Kampung Gadel Sari dan wali murid SDN Gadel 2 meminta keluarga penjahit itu enyah dari kampungnya.