Selasa, 2 Juni 2026

TKW Dipancung di Arab Saudi

Jumhur Minta Kasus Ruyati Jangan Dikaitkan Pada SBY

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga kerja Indonesia (BNP2TKI), Jumhur Hidayat

Tayang:
Penulis: Iwan Taunuzi
Editor: Prawira

Laporan wartawan Tribunnews.com, Iwan Taunuzi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga kerja Indonesia (BNP2TKI), Jumhur Hidayat meminta tidak mengaitkan kasus hukum pancung terhadap TKW di Arab Saudi, Ruyati binti Satubi dengan Presiden SBY.

"Jangan kaitkan SBY dengan kasus Ruyati," ujarnya dalam diskusi "Perlindungan TKI Satu Keharusan, 'Ruyati' Kasus Terakhir di DPP Partai Demokrat jalan Kramat, Jakarta Pusat, Selasa (21/6/2011).

Menurutnya, kasus Ruyati yang dihukum pancung karena membunuh majikannya tidak ada kaitannya dengan perburuhan.

Ia menambahkan, jika ada seorang buruh di Indonesia tidak digaji dan di PHK secara sepihak, maka laporannya bisa dilayangkan kepada Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Sementara, kalau tenaga kerja membunuh majikannya, maka laporannya ke aparat Kepolisian.

"Nah, makanya kita juga jangan terjebak, seolah kasus pembunuhan yang dialami oleh TKI atau TKW menjadi tanggung jawab Kementerian bahkan BNP2TKI," paparnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved