PLTU Suralaya Meledak
Tak Ada Ambulance, Dua Korban Dievakuasi Pakai Motor
Kedua korban sempat terlantar setengah jam dan hanya dievakuasi dengan motor, karena tidak adanya mobil ambulance
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dua karyawan PT Cogindo Daya Bersama (CDB), pengelola Unit 8 di PLTU Suralaya, Banten, mengalami luka bakar sekitar 80 persen akibat ledakan di tempat kerjanya.
Kedua korban, yakni Safei warga Lebak Gede Kecamatan Pulomerak dan Anto warga Suralaya. Kedua korban sempat terlantar setengah jam dan hanya dievakuasi dengan motor, karena tidak adanya mobil ambulance.
"Kasihan bangat korbannya. Saat ledakan itu ternyata Unit 8 tidak siap mobil ambulance. Mobil ambulance datang setelah kedua korban dibawa ke klinik Suralaya. Itu kira-kira setengah jam kemudian. Setelah itu baru dibawa ke Rumah Sakit Krakatau Medika" ujar Robi, warga di sekitar lokasi ledakan, PLTU I Banten, saat dihubungi, Rabu (21/9/2011) malam.
Kini, kedua korban telah dilarikan ke rumah sakit milik PT Krakatau Steel, RS Krakatau Medika. "Di lokasi ledakan, tidak ada mobil operasional. Mobil ambulance ada, tapi tidak siaga. (Korban) kondisinya mengenaskan," imbuhnya.
Sebagaimana diberitakan, ledakan besar diikuti kebakaran terjadi di unit 8 PLTU I Banten, sekitar pukul 21.00 WIB. Sumber ledakan diduga berasal mesin conveyor.