RUU Intelijen
BNPT: RUU Intelijen Diperlukan Agar Lebih Proaktif
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Arsyad Mbai, menilai RUU Intelejen memang diperlukan agar aparat intelejen
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Arsyad Mbai, menilai RUU Intelijen memang diperlukan agar aparat intelijen lebih proaktif dalam menjalankan tugasnya.
Ditemui usai menghadiri acara di Jakarta Media Center, Arsyad mengatakan bila RUU Intelijen tak kunjung disahkan, maka aparat hanya tinggal menunggu terjadinya kembali teror bom.
"Terorisme itu sulit diukur. Meledak sedikit saja dampaknya besar. Kemarin yang mati cuma satu, yang bawa bom itu sendiri. Coba bandingkan sama kecelakaan bus yang menewaskan puluhan orang, dampaknya besaran mana?" ujar Arsyad, Rabu (5/10/2011).
Arsyad menegaskan aparat keamanan dan intelejen membutuhkan dasar hukum untuk melakukan tindakan proaktif dan prefentif. Sedangkan menanggapi unjuk rasa beberapa kelompok yang menilai RUU Intelejen akan melanggar demokrasi, Arsyad tidak sependapat dengan hal tersebut.
"Tahu dari mana orang-orang itu kalau RUU Intelejen melanggar demokrasi? RUU Intelijen kan untuk menjamin keamanan, dan keamanan untuk menjamin demokrasi," imbuhnya.
Arsyad menambahkan saat ini BNPT mempunyai 51 kegiatan untuk pencegahan terorisme. 25 organisasi pun telah bermitra dengan BNPT untuk pencegahan radikalisasi. "Kalau detil programnya seperti apa, saya harus lihat dulu. Banyak programnya," ucapnya.