Kapolsek Mulia Tewas Ditembak
PDIP: Usut Tuntas Penembakan Kapolsek Mulia
DPP PDI Perjuangan mempertanyakan ketegasan pemerintah, yang seakan membiarkan Provinsi Papua, terus berkonflik.
Penulis:
Rachmat Hidayat
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - DPP PDI Perjuangan mempertanyakan ketegasan pemerintah, yang seakan membiarkan Provinsi Papua, terus berkonflik. PDI-P kemudian meminta kepada aparat pemerintah untuk mengusut tuntas kasus penembakan terhadap Kapolsek Mulia, AKP Dominggus Oktavianus Awes yang tewas dieksekusi dengan dua tembakan di depan warga, Bandar Udara Mulia, Puncak Jaya, Papua, Senin (24/10/2011), pukul 11.30 WIT
"Papua indikasinya seperti tetap dipertahankan jadi pusat konflik ? Mulai dari berbagai kasus di Freeport, sampai tertembaknya Kapolsek yang bertugas didaerah. Pemerintah dalam hal ini aparat keamanan terpadu, harus mengusut tuntas kasus penembakan tersebut," ujar Sekjen DPP PDI Perjuangan Tjhajo Kumolo, Senin (24/10/2011).
Setiap kasus penembakan yang terjadi (di Papua) sejak tahun 1999, sampai sekarang tidak pernah terungkap motivasinya dan terungkap siapa pelakunya. FPDI Perjuangan meminta adanya rapat gabungan polkam meminta pem memberikan penjelasan terkait serangkaian kasus di Papua dari kasus Freeport sampai kongges rakyat Papua dan berbagai kasus lainnya.
"Sampai kasus tertembaknya seorang kapolsek. Apapun, ini tanggung jawab pem untuk memberikan rasa aman di Papua. Jangan sampai Papua terus menjadi ajang konflik, akan tetapi sumber daya alamnya lenyap terus disedot,tanpa membuahkan kesejahteraan dan keamanan di tanah papua yang apapun merupakan bagian wilayah NKRI," urai Tjahjo.
Kecenderungan lain, gerak intelejen sangat lemah khususnya di Papua. Semua kejadian selalu terlambat diantisipasi.