Breaking News:

Hak Jawab Istri Pendeta Gilbert Lumoindong

Hak Jawab sehubungan dengan berita di Tribunnews.com, Kamis, (15/12/2011) berjudul ISTRI PENDETA GILBERT DILAPORKAN KE POLISI

Penulis: Yudie Thirzano

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sehubungan dengan berita di Tribunnews.com, edisi hari Kamis, tanggal 15 Desember 2011, dengan judul berita "Istri Pendeta Gilbert Dilaporkan ke Polisi", bersama ini kami Para Advokat dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Mawar Saron, sebuah lembaga yang mendedikasikan diri untuk memberikan bantuan hukum secara gratis (Prodeo dan Probono), selaku kuasa hukum dari Bapak Pendeta Gilbert E. Lumoindong, S.Th., dan Ibu I. Reinda M. Lumoindong, dengan tidak mengurangi rasa hormat kami kepada Situs Tribunnews.com, perlu memberikan klarifikasi, bantahan, dan sekaligus penjelasan (hak jawab) kepada masyarakat luas, terkait isi atau materi berita tersebut di atas, karena tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

Adapun fakta / kejadian yang sebenarnya berdasarkan keterangan klien kami adalah sebagai berikut :

  1.  Bahwa Klien kami, Bapak Pendeta Gilbert E. Lumoindong (Pendeta Gilbert), dan istrinya, Ibu I. Reinda M. Lumoindong (Ibu Reinda), adalah Pemimpin / Gembala Jemaat di Gereja Bethel Indonesia, Glow Fellowship Centre, Jakarta, yang diurapi Allah. Sedangkan Sdri. Bianda Sihombing / Pelapor,  adalah salah satu jemaat di gereja tersebut, yang juga bertugas sebagai pelayan gereja / singer (penyanyi) dalam pelaksanaan kegiatan ibadah.

  2.  Bahwa beberapa waktu lalu, terhadap sejumlah petugas pelayan gereja, termasuk Sdri. Bianda Sihombing, diberi nasihat oleh Ibu Reinda agar sebaiknya tidak menggunakan pakaian yang terlalu ketat / seksi dalam kegiatan ibadah, karena cahaya lampu sorot di dalam gereja, dapat mengakibatkan pakaian mereka menjadi terlihat tembus pandang, saat mereka bertugas di depan altar / panggung ibadah.
Nasihat yang sudah berulang kali dari Ibu Reinda tersebut, disampaikan karena adanya komplain dari sejumlah jemaat yang melihat penampilan / pakaian sejumlah pelayan gereja terlalu terbuka / minim / tipis / seksi, sehingga mengganggu khusyuknya kegiatan ibadah.

Apalagi lampu sorot di dalam gereja yang menyorot para pelayan gereja di depan altar tersebut begitu tajam dan terang, sehingga mengakibatkan pakaian mereka yang tipis menjadi terlihat tembus pandang.

3.  Bahwa terhadap keterangan Sdri. Bianda maupun kuasa hukumnya yang menyatakan Ibu Reinda mengatakan Sdri. Bianda sebagai perempuan sundal adalah sama sekali tidak benar.

Adapun perkataan Ibu Reinda yang sebenarnya (sebagaimana dikutip dari transkrip rekaman (diam-diam / tersembunyi) yang dibuat sendiri dan disebarluaskan sendiri oleh Sdri. Bianda) adalah sebagai berikut :

“ Saya maunya kamu rapi. Saya nggak pernah ada larangan kamu mau heboh. Saya senang, benar-benar saya senang lihat artis. Mau pake apa kek, saya ga pernah komen lah, asal jangan seksi. Kalau Bapak tuh (Pendeta Gilbert) selalu bilang gini : tolong dong jangan seperti yang firman Tuhan bilang (yang dimaksud adalah isi Alkitab, Amsal 7 ayat 10), kamu itu berpakaian seperti perempuan sundal “.

*catatan : tulisan dalam tanda kurung adalah penegasan makna sebenarnya.

Kalimat Ibu Reinda tersebut diatas ditujukan kepada para pelayan gereja / singers, yang hadir pada saat diberikan nasihat tersebut, dan bukan semata-mata ditujukan hanya kepada Sdri. Bianda.
Nasihat tersebut sebenarnya diberikan karena perhatian Ibu Reinda kepada para pelayan gereja, sebagaimana kalimat Ibu Reinda pada saat itu yang mengatakan, “karena saya sayang sama kalian makanya saya ngomong”.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved