Sabtu, 30 Agustus 2025

Bentrok di Bima

Demonstran Gelar Nonton Bareng Video Bentrok Bima di DPR

LMND, Partai Rakyat Demokratik, dan para pelaku aksi jahit mulut menggelar agenda nonton bareng video kerusuhan di Pelabuhan Sape

zoom-inlihat foto Demonstran Gelar Nonton Bareng Video Bentrok Bima di DPR
Tribunnews.com/Willy Widianto
Ratusan massa yang tergabung dalam LMND, Partai Rakyat Demokratik, dan para pelaku aksi jahit mulut menggelar agenda nonton bareng video kerusuhan di Pelabuhan Sape, Bima, NTB. Aksi tersebut digelar di depan gedung DPR, Jakarta.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ratusan massa yang tergabung dalam LMND, Partai Rakyat Demokratik, dan para pelaku aksi jahit mulut menggelar agenda nonton bareng video kerusuhan di Pelabuhan Sape, Bima, NTB. Aksi tersebut digelar di depan gedung DPR, Jakarta.

Berdasarkan pemantauan Tribunnews.com seperangkat alat tayang seperti layar besar berukuran 2 x 3 meter sudah terpasang lengkap dengan alat-alat seperti projector, komputer jinjing (laptop). Video tersebut kemudian ditayangkan persis di depan pintu gerbang utama gedung DPR.

Massa pengunjuk rasa juga terlihat duduk bersila membentuk lingkaran serta hanya beralaskan spanduk dan kemudian sama-sama menyaksikan video tersebut. Tidak hanya itu perangkat aksi seperti spanduk bertuliskan 'Presiden SBY dan Menhut Harus Mampu Menyelamatkan Pulau Padang', tenda keprihatinan aksi jahit mulut juga masih berdiri tegak.

Sementara itu banyak juga spanduk dan bendera-bendera besar dari PRD, LMND juga berdiri kokoh di pagar gedung DPR. Menurut Ketua LMND Bima, Delian Lubis penayangan video tersebut dilakukan sebagai bentuk agar publik tahu bahwa yang terjadi di Bima adalah sebuah pembantaian warga sipil yang dilakukan oleh polisi.

"Kalau diberitakan media adalah bentrok, itu bentuk pembantaian polisi ke demonstran, tidak ada perlawanan dari kami, kami cuma bertahan, itu pembantaian aparat kepolisian,"ujar Delian di gedung DPR, Jakarta, Rabu(28/12/2011).

Aksi itu dilakukan pula sebagai bentuk akumulasi kemarahan karena tidak adanya realisasi atas janji Bupati Bima yang akan mencabut SK Nomor 188 tentang izin tambang.

"Ini bentuk akumulasi setahun," jelasnya.

Sebagai bentuk kelanjutan aksi nonton bareng tersebut, Delian menegaskan pihaknya berencana akan melakukan aksi tukar nyawa dengan SK 188. Supaya ke depan perusahaan tambang yang bermaksud membuka di daerah Sape, Bima, NTB dibatalkan.

"Ke depan kami akan konsolidasi lagi. Kalau perlu LMND di seluruh wilayah Indonesia akan menukar nyawa dengan SK 188 tersebut," pungkasnya.

Dalam aksi tersebut hadir pula mantan Aktivis 98, Harrys Roesli dan Masinton Pasaribu. Situasi di depan gedung DPR, Jakarta sendiri lalu lintas baik di dalam ataupun di ruas Tol dalam kota terlihat lancar dan tidak ada kemacetan berarti. Aparat kepolisian yang menjaga demonstrasi itu juga terpantau tidak terlalu banyak

Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan