Demo di Jakarta
Aksi Nekat Pendemo di Kwitang: Panjat Tiang Listrik Saat Gerimis, Tendang Kamera CCTV
Aksi nekat pendemo panjat tiang listrik saat hujan, tendang CCTV—kenapa massa bersorak? Ada kisah pilu di balik kerusuhan ini.
Penulis:
Mario Christian Sumampow
Editor:
Acos Abdul Qodir
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Seorang pria tak dikenal melakukan aksi berbahaya saat demonstrasi di kawasan Simpang Lima Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025) menjelang tengah malam.
Dalam kondisi gerimis, pria tersebut nekat memanjat tiang listrik yang dilengkapi kamera pengawas (CCTV), lalu menendangnya hingga nyaris jatuh.
Insiden ini terjadi saat massa aksi tengah berkumpul di lokasi. Tanpa pengamanan yang terlihat di sekitar area, pria tersebut dengan gesit memanjat tiang listrik meski hujan mulai turun.
Beberapa peserta aksi sempat berteriak memperingatkan agar ia turun, khawatir akan risiko tersengat listrik. Namun peringatan itu diabaikan.
"Pria itu tetap maju, tanpa rasa takut," ujar salah satu saksi mata di lokasi.
Setelah mencapai posisi kamera, pria tersebut langsung menendang perangkat CCTV beberapa kali. Kamera yang semula terpasang kokoh tampak menggantung dan hampir terlepas dari dudukannya. Aksi tersebut berlangsung tanpa intervensi dari aparat keamanan.
Aksi nekat itu justru disambut sorak sorai dari massa aksi yang menyaksikan langsung. Riuh suara kegirangan terdengar saat CCTV berhasil ditendang, menandakan simbol perlawanan terhadap pengawasan dan otoritas.
Baca juga: 6 Pernyataan DPR soal Tunjangan Rp50 Juta yang Diduga Awal Demo hingga Terjadi Tragedi Affan
Kerumunan warga dan massa aksi di sekitar Kwitang merupakan buntut dari kemarahan publik atas meninggalnya Affan Kurniawan (21), seorang driver ojek online, dalam unjuk rasa di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, sehari sebelumnya. Affan dilaporkan tewas dalam situasi yang belum sepenuhnya jelas, memicu gelombang protes dari rekan-rekan sesama driver ojol dan warga sipil yang menuntut keadilan.
Sebagai bentuk solidaritas dan tekanan terhadap aparat, massa melakukan pengepungan di sekitar Markas Komando (Mako) Brimob Polda Metro Jaya di Kwitang. Aksi tersebut disertai dengan pelemparan petasan, pembakaran ban, dan kerusakan fasilitas umum. Situasi sempat memanas, namun tidak terlihat adanya pengamanan ketat di titik-titik rawan.
demo Jakarta 2025
demo Kwitang
unjuk rasa
Mako Brimob Kwitang
Affan Kurniawan
ojol tewas
demo Bubarkan DPR
Demo di Jakarta
Tragedi Driver Ojol Affan Kurniawan, Indonesia Berduka, Usut Tuntas |
---|
MRT Jakarta Tutup Stasiun Istora dan Senayan Usai Kericuhan Massa di Polda Metro Jaya |
---|
Kisah Sopir Angkot Angkut Mahasiswa UI yang Demo di Polda Metro, Mengaku Tak Capek Antar Demonstran |
---|
Ahok Buka Suara soal Brimob Lindas Driver Ojol, Berawal dari DPR Tak Mau Dengar Aspirasi Rakyat |
---|
6 Pernyataan DPR soal Tunjangan Rp50 Juta yang Diduga Awal Demo hingga Terjadi Tragedi Affan |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.