Bentrok di Bima
Kapolri Akui Perbedaan Temuan Kasus Bentrok di Bima
Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo mengakui perbedaan hasil temuan perihal perkara pembubaran blokir massa di Pelabuhan Sape.
Laporan Wartawan Tribunnews.com Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo mengakui perbedaan hasil temuan perihal perkara pembubaran blokir massa di Pelabuhan Sape pada 24 Desember 2011 lalu.
"Kita hari ini menapatkan temuan-temuan dari Komnas HAM, tentunya temuan-temuan Komnas HAM ada yang sama, dan ada beberapa yang berlainan," kata Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo usai bertemua dengan Ketua Komnas HAM, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (6/1/2012).
Kapolri mencontohkan beberapa pertemuan yang berbeda dengan Komnas HAM diantarannya mengenai korban yang meninggal. Polri menemukan hanya dua warga yang tewas. Sementara Komnas HAM menemukan tiga orang tewas diterjang timah panas.
"Ini masih harus diclearkan kapan meninggalnya kapan dan karena apa. Saksi-saksi kita periksa. Inilah yang disarankan Komnas HAM untuk melakukan join investigasi supaya nanti sama. Masalahnya apa, karena apa, tindak lanjutnya seperti apa," ucap Kapolri seraya mengemukakan kepolisian akan menuntaskan perkara di Pelabuhan Sape hingga tuntas.
"Pelakunya juga akan diproses sampai pengadilan, di peradilan umum," ujar Timur.
Menanggapi adanya dugaan pelanggaran HAM, Kapolri mengaku, dugaan tersebut merupakan temuan Komnas HAM. "Itu kan yang direkomendasikan kepada polri, polri harus menindaklanjuti," sergahnya.