Kamis, 11 Juni 2026

Umumkan Tersangka Sendirian, Abraham Tampik KPK Pecah

Ada yang berbeda dari penampilan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2011-2015, dibandingkan periode sebelumnya.

Tayang:
Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Prawira

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Ada yang berbeda dari penampilan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2011-2015, dibandingkan periode sebelumnya. Saat mengumumkan seorang, terutama tokoh publik seperti Angelina Sondakh menjadi tersangka, kemarin, Ketua KPK Abraham Samad tampil seorang diri, sedangkan para komisioner KPK pendahulunya selalu bersama-sama.

Kemarin Abraham Samad hanya didampingi Kabag Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha. Tidak bersama juru bicara KPK Johan Budi. Empat komisioner lainnya; Bambang Widjojanto, Busyro Muqoddas, Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnaen, antah-berantah.

Pemandangan ini agak janggal, dan mendekati rumors yang beredar pekan sebelumnya, yang menyebut Abraham Samad cekcok dengan komisoner lainnya. Pemicunya, ada perbedaan sikap dan pendapat untuk menetapkan tersangka baru, Anas Urbaningrum dalam kasus suap Wisma Atlet.

Konon, menurut kabar yang dibantah Abraham Samad dan Bambang, Abraham marah besar, dan memecahkan kaca meja di ruang pimpinan KPK saking emosi ketika menghadapi perbedaan sikap untuk segera menetapkan tersangka.

Lalu di mana pimpinan KPK yang lainnya? Abraham mengaku pimpinan lain sedang sibuk akas pekerjaan lain yang tak kalah penting. Satu orang pimpinan KPK yang masih berada di luar negeri.

"Jadi saya tegaskan, tidak ada perpecahan, yang ada hanya perbedaan pendapat. Kami kompak-kompak saja," ujar Abraham.

Penetapan tersangka terhadap Angie, kata Abraham, bukan seperti rumor yang menyebut Bambang dan Busyro menolak politisi Demokrat dijadikan tersangka, itu merupakan keputusan bersama semua pimpinan KPK dan penyidik yang dilandasi dua alat bukti yang cukup. "Ini keputusan kolektif," kata Abraham.

KPK telah menetapkan Angelina Sondakh menjadi tersangka kasus dugaan suap pembangunan Wisma Atlet. Menyikapi hubungan asmaranya dengan mantan penyidik KPK, Kompol Brotoseno, KPK memastikan akan bersikap profesional terkait penyelidikan janda mendiang Adjie Masaid itu. "Kami akan bersikap profesional," ujar Abraham Samad

Untuk menjaga independensi lembaga KPK, akhirnya Broto Seno dikembalikan ke instansi kepolisian. "Kami akan bersih-bersih di dalam, orang-orang yang akan menghambat akan ada tritmen," ujar Abraham, pengacara asal Makassar, Sulsel. (tribunnews/edf)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved