Munas HIPMI 2026
Pidato Lengkap Prabowo di Munas XVII HIPMI: Ungkit soal Kunker ke Luar Negeri hingga Mobil Dinas
Prabowo menyinggung banyak hal terutama terkait upaya menciptakan iklim usaha yang sehat, termasuk penegakan hukum yang konsisten.
TRIBUNNEWS.COM, LAMPUNG - Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutannya pada pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Rabu 10 Juni 2026.
Dalam sambutannya, Prabowo menyinggung banyak hal terutama terkait upaya menciptakan iklim usaha yang sehat, termasuk penegakan hukum yang konsisten.
Presiden juga mengungkit soal seringnya kunjungan ke luar negeri hingga mobil dinas Maung yang kerap dia gunakan mengalami kerusakan.
Selengkapnya pidato Prabowo di Munas XVII HIPMI dikutip dari situs Presiden RI, Kamis 11 Juni 2026:
Saudara-saudara sekalian,
Tentunya kita terus-menerus tidak henti-hentinya memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah subhanahu wa ta’ala, Tuhan Maha Besar. Kita masih diberi kesehatan, masih diberi karunia, bangsa kita diberi kedamaian.
Dan, hari ini kita hadir bersama dalam acara Musyawarah Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia yang Ke-18 Tahun 2026. Saya diberi tahu bahwa hari ini adalah hari ulang tahun HIPMI, tanggal 10 Juni 2026, ya.
Ini kalau dijumlahin angkanya ini angka baik, ya. 10 Juni, Juni, kan, bulan keenam, ya. Jadi kalau 10 tambah 6 itu, kan, 17. Iya, kan? 1 sama, ya, 17, 1 sama 7, [sama dengan] 8. Belum selesai. 2026 jumlahnya 10, ya. Oh, iya, okelah. Oh, bukan 10. Iya, benar 10, 1 tambah 6 [sama dengan] 7, 7 sama 10 [sama dengan] 17, 1 sama 7 [sama dengan] 8.
Makanya angka 8 itu angka selalu melekat sama saya. Makanya benar-benar sepertinya saya sama HIPMI agak cocok begitu dari dulu. Karena saya kenal tokoh-tokoh HIPMI semua hampir semuanya, kelakuannya, sudah saya kenal semuanya itu juga. Jadi jangan macam-macam aku sudah tahu kelakuanmu semua itu. Gelagatnya pun sudah saya tahu.
Saudara-saudara,
HIPMI sebagai wadah pengusaha muda adalah wadah yang sangat penting. Dan lahirnya HIPMI dengan wawasan nasionalisme sebagaimana diutarakan adalah sangat penting. Sebenarnya tidak ada kemajuan suatu bangsa tanpa nasionalisme, sebenarnya tidak ada. Bahkan mbah, mbahnya kapitalisme, ya, guru-guru kapitalisme sekalipun mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi hanya bisa datang dengan nasionalisme, ya.
Ada enggak itu ya, slide-nya itu dari, dari profesor, ada, Saudara Yuza? Sudah bisa dipasang? Kalau dibaca, ya. Ini dari bukunya Profesor Liah Greenfeld, The Spirit of Capitalism.
“Today, it is claimed, we live in the period of late capitalism, and possibly in the postindustrial society; yet nationalism is not gone, nor does it show any signs of being gone soon. Nationalism first appeared in England, becoming the preponderant vision of society there. The sustained growth characteristic of modern economy is not self-sustained; growth is stimulated and sustained by nationalism.”
Ya, kan, HIPMI pintar Bahasa Inggris semua, ya. Baik, saya terjemahkan sedikit. Saya, yang bagian kedua ajalah yang paling penting, ya. Nasionalism, yang saya ambil yang apa, kalimat terakhir. “The sustained growth characteristic of modern economy.”
Jadi karakteristik, sifat dari ekonomi modern is not self-sustained, tidak maju, tidak berkembang dengan sendirinya. Growth, pertumbuhan disimulasi dan dipertahankan oleh nasionalism. Ini adalah, ini adalah guru kapitalisme.
Jadi, Saudara-saudara, Jepang maju, Amerika maju, Eropa Barat maju, Tiongkok bangkit sekarang karena nasionalisme. Jadi, HIPMI tadi disampaikan oleh tokoh-tokoh HIPMI, hadir pendiri HIPMI di sini, salah satu saya juga kenal Pak Siswono. Nafas lahirnya adalah nasionalisme.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Prabowo-Subianto-memberikan-sambutan-pada-acara-Munas-XVIII-HIPM.jpg)