SBY: Pers Berperan dalam Pembangunan dan Kehancuran Bangsa
Presiden SBY menghendaki para pengambil kebijakan baik di pusat maupun di daerah proaktif dalam menyelesaikan masalah
Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Eko Adiasaputro
TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menghendaki para pengambil kebijakan baik di pusat maupun di daerah proaktif dalam menyelesaikan masalah di wilayahnya.
Harapan ini disampaikan SBY menyusul banyaknya polemik yang terjadi di sejumlah daerah yang dinilai sudah keluar dari semangat kemajemukan dan tradisi musyawarah.
“Kita semua tahu, banyak gesekan-gesekan yang terjadi di tengah masyarakat kita akhir-akhir ini. Saya ingin semua daerah, segera mengambil langkah cepat tepat dan tuntas. Sehingga benih-benih perselisihan tidak berdampak pada hal-hal yang tidak kita harapkan,” ujar SBY saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2012 di Jambi, Kamis (9/2/2012).
SBY mengatakan, negara Indonesia sudah terbagi habis menjadi sejumlah provinsI, kabupaten, kecamatan, dan desa atau kelurahan. Karenanya semua pemangku kebijakan di wilayah masing-masing harus ikut bertanggung jawab menjaga rasa aman dan kenyamanan masyarakat di sekitarnya.
SBY menjelaskan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait penyelesaian masalah di suatu wilayah, khususnya menyangkut perselisihan baik antar warga, maupun warga dengan pemerintah.
Pertama, jika terjadi benturan segera mengambil langkah yang bisa menyelesaikan secara adil.
Kedua, harus tuntas. Sebab selama ini, kata SBY, banyak persoalan yang diselesaikan tidak secara tuntas hingga masih berbuntut dan melebar kepada persoalan lain.
“Kompromi tidak menyalahi aturan dalam menyelesaikan masalah. Itu bisa dilakukan, yang penting selesai dan tuntas,” ujarnya.
Ketiga lanjutnya, ketiga ketika proses penyelesaian sedang berlangsung, hindari pihak yang tidak berkepentingan sehingga memicu aksi proVokasi dan menimbulkan kekacauan.
Keempat, jika sudah mencapai kesepakatan, jalani kesepakatan itu dengan penuh tanggung jawab.
Kelima, jika permasalahan di tengah masyarakat tergolong rawan, maka polri harus melakukan pengawalan dan pengamanan secara sungguh-sungguh.
“Tidak perlu ada istilah pembiaran dari penegak hukum atau pembiaran dari pihak pemerintah. Semua harus diselesaikan dengan cepat, tepat dan tuntas,” tegasnya.
Tidak lupa sehubungan dengan HPN, SBY juga mengharapkan partisipasi dan kontribusi insan pers dalam mengatasi masalah di tengah masyarakat dewasa ini.
Menurutnya, pers mempunyai peran penting dalam pembangunan dan kehancuran suatu bangsa. Jika informasi yang disampaikan melalui pemberitaan tidak tepat, maka bukan tidak mungkin menimbulkan guncangan, bahkan benturan berdarah.
“Saya mengapresiasi perkembangan pers belakangan ini. Sebagai kontrol sosial dan pemerintahan sudah banyak memberikan yang terbaik. Harapan saya agar integritas dan kapasitasnya terus ditingkatkan. Selamat Hari Pers Nasional,” pungkasnya.