FPI Ditolak

Megawati: Bubarkan FPI Terserah Pemerintah

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri enggan menanggapi wacana yang muncul terkait pembubaran ormas Front Pembela Islam.

zoom-inlihat foto Megawati: Bubarkan FPI Terserah Pemerintah
Tribunnews.com/Nicolas Timothy
Terduga provokator demo anti Front Pembela Islam (FPI) di bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (14/2/2012).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri enggan menanggapi wacana yang muncul terkait pembubaran ormas Front Pembela Islam. Megawati hanya mengingatkan, semua orang punya hak yang sama di mata hukum.

"Soal wacana pembubaran, tanyakan ke pemerintah pusat. Karena pada pemerintah pusat yang harus melakukan tindakan melalui tata pemerintahan yang ada. Jadi saya kembalikan ke pemerintah RI. Yang paling penting, aturannya, setiap warga negara memiliki hak yang sama di mata hukum. Kewajiban juga harus sama. Jadi misalnya ada yang dilakukan dengan tindak kekerasan, saya kira itu tak bisa," kata Megawati di Gedung DPR, Selasa (14/02/2012).

Megawati menegaskan, tak hanya FPI, ormas manapun seharusnya meminta ijin terlebih dahulu bila ingin membuka cabang di suatu daerah. Mega kemudian mencontohkan, bila partainya membuka cabang di daerah yang sudah tentu, minta ijin terlebih dahulu.

"Sebetulnya di alam demokrasi ini, saya tak mengatakan FPI saja, ketika dirikan partai mau bikin cabang, ditanya dulu dengan sopan saya mau masuk dengan santun. Jadi masalahnya tak terpengaruhi sehingga akan ada kekerasan. Yang saya dengar masyarakat di sana menolak. MUI lokal dan tokoh agama di sana, masyarakat di sana menolak. Mustinya, kita toleransi dan tidak memaksanakan kehendak," urainya.

Dan FPI, katanya lagi,  harus melihat agar bisa mendapat simpati dari masyarakat.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved