Skandal Angelina Sondakh
Nazaruddin: Almarhum Adjie Ikut Sebar Uang
Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin sangat menyayangkan kebohongan yang dilakukan bekas rekannya
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin sangat menyayangkan kebohongan yang dilakukan bekas rekannya, Angelina Sondakh (Angie), saat menjadi saksi untuk dirinya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (15/2/2012).
Menurut Nazaruddin, satu di antara beberapa kebohongan Angie, yakni soal bagi-bagi uang pemenangan Anas Urbaningrum saat pemilihan ketua umum pada kongres di Bandung, Mei 2010 lalu. Padahal, Angie dan almarhum suaminya, Adjie Massaid, juga ikut membagi-bagikan uang tersebut ke sejumlah Dewan Pimpinan Cabang (DPC).
"Salah satunya yang menyerahkan (uang dolar AS) itu Saya, Bu Angelina Sondakh, dan almarhum suami Bu Angelina Sondakh. Sebenarnya itu yang sangat saya sayangkan. Itu kan ada almarhum, kenapa Bu Angie berbohong," ucap Nazaruddin di sela-sela persidangannya di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (17/2/2012) malam.
Menurut Nazaruddin, panitia penyelenggara pemenangan Anas menyebar ratusan miliar rupiah dan jutaan dolar Amerika Serikat disebar ke 296 DPC agar Anas terpilih menjadi ketua umum. Bahkan, untuk melancarkan komando, ratusan DPC itu diberikan polsel BlackBerry.
Tak hanya itu, untuk merebut DPC yang mendukung Andi Mallarangeng, kubu Anas memberikan tambahan dana mata uang dolar AS yang lebih besar saat putaran kedua pemilihan ketua umum saat itu.
Kata Nazaruddin, saat pertarungan pemilihan ketua umum menyisakan Anas dan Andi itu lah Angie dan almarhum Adjie sempat membagi-bagikan uang dolar AS ke sejumlah DPC.