FPI Ditolak

Massa FPI Geruduk Kantor BNN

Sekitar 200 anggota organisasi massa Front Pembela Islam (FPI) melakukan aksi di depan kantor BNN. Aksi ini mendesak agar BNN menangkap

Penulis: Wahyu Aji
zoom-inlihat foto Massa FPI Geruduk Kantor BNN
Tribunnews.com/Wahyu Aji
Sekitar 200 anggota organisasi massa Front Pembela Islam (FPI) melakukan aksi di depan kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), Senin (20/2/2012). Aksi ini mendesak agar BNN menangkap Yansen Binti.Yang bersangkutan menurut FPI adalah gembong Narkoba di Kalimantan tengah.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Wahyu Aji

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekitar 200 anggota organisasi massa Front Pembela Islam (FPI) melakukan aksi di depan kantor Badan Narkotika Nasional (BNN). Aksi ini mendesak agar BNN menangkap Yansen Binti.Yang bersangkutan menurut FPI adalah gembong Narkoba di Kalimantan tengah.

"Kami minta BNN menyelidiki adanya dugaan kuat kalau Yansen Binti adalah salah satu gembong narkoba di Kalimantan Tengah," kata Wakil ketua FPI DPD DKI Jakarta, Habib Fachri di kantor BNN, Jalan MT Haryono, Jakarta, Senin (20/2/2012).

Fachri juga mengatakan, aksi kali ini adalah suatu bentuk tindak lanjut adanya upaya pembunuhan para pimpinan FPI ketika akan mengunjungi Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

"Kedatangan Kami merupakan tindak lanjut kejadian di Kalimantan, petinggi pusat sudah sampai pada taraf mau dibunuh, di airport sudah bawa mandau sumpit, parang yang koordinatornya adalah Yansen Binti," kata Fachri.

Selain berorasi peserta aksi juga membentangkan spanduk yang bertuliskan 'Yansen Binti penggerak gerombolan rasis, Fasis, anarkis!!'.  Saat ditanya mengenai apa dasar dugaan hingga pihak Fachri menyebut Yansen Binti adalah seorang gembong Narkoba, Fachri mengatakan Informasi tersebut ia dapatkan dari Intelejen Internal FPI.

"FPI ini punya intelijen, untuk cari tahu siapa, apa, bagaimana, dan siapa? Kami ke sini sampaikan kepada BNN, selanjutnya itu kewenangan BNN," kata Fachri.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved