Si Seksi Pembobol Citibank

Pemberitaan Soal Mobil Mewah Milik Malinda Didramatisir

Malinda Dee rupanya menyimpan kekecewaan besar terhadap semua pemberitaan yang mengangkat soal kehidupan dirinya lalu menjadi

Pemberitaan Soal Mobil Mewah Milik Malinda Didramatisir
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Tersangka kasus pencucian uang dan kejahatan perbankan, Malinda dee menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan agenda pembacaan dakwaan, Selasa (8/11/2011). Malinda terancam hukuman pidana maksimal 15 tahun penjara. (tribunnews/herudin)

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Malinda Dee rupanya menyimpan kekecewaan besar terhadap semua pemberitaan yang mengangkat soal kehidupan dirinya lalu menjadi konsumsi publik.

Ungkap kekecewaan itu dituangkan malinda saat membacakan nota pembelaan (Pledoi) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (23/02/2012). Malinda menuturkan akibat banyak pemberitaan setelah ia diamankan penyidik Polda tahun lalu, masyarakat langsung memvonisnya bersalah meski persidangan belum sampai tahap itu.

Mantan pegawai Citibank itu berharap masyarakat dan semua pihak memandang kasus ini secara proporsional, baik secara hukum maupun fakta persidangan.

"Kebanyakan orang hanya melihat secara sepintas bahwa Malinda Dee membobol uang nasabah untuk membeli mobil," ujarnya.

Selama persidangan, mobil yang sempat diungkit adalah mobil Ferrari tipe Scuderia berwarna merah bernomor polisi B 481 SAA, Ferrari tipe California merah bernomor polisi B 125 DEE, mobil Hummer H3 putih bernomor polisi B 18 DIK, Toyota Fortuner hitam bernomor polisi B 1443 SJB, dan Mercedes E-350 putih bernomor polisi B 467 QW.

"Padahal kendaraan itu saya hanya gunakan untuk bekerja, saya tidak pernah menggunakan semuanya sekaligus," terangnya.

Menurutnya pemberitaan selama ini tidak mewakili kehidupan Malinda sebenarnya, yang beritanya didramatisir sedemikian rupa.

"Saya telah divonis oleh publik, segala caci-maki dan cercaan menyakitkan. Padahal masyarakat belum mengetahui yang sebenarnya, masyarakat mengetahui sepotong. Lalu di dramatisir, harkat martabat saya dan keluarga habis," tambahnya.

"Frekuensi pemberitaan mobil saya lebih tinggi dari pada frekuensi saya menggunakan mobil itu," ujarnya.

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved