Pemilu 2029
Zulhas Janjikan Sejarah Tercipta, PAN Bikin Kejutan pada Pemilu 2029
Zulhas percaya PAN bisa bikin kejutan di Pemilu 2029 sambil melontarkan kritik keras pada ekonomi liberal pascareformasi.
Ringkasan Berita:
- Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan memberi sinyal optimistis menghadapi Pemilu 2029 dengan menyebut partainya akan membuat “kejutan”.
- Dalam podcast Refly Harun, Zulhas mengaku masih memiliki ambisi membesarkan PAN dan mencetak prestasi politik tertinggi.
- Ia juga mengkritik arah reformasi ekonomi Indonesia yang dinilai terlalu liberal dan kurang berpihak pada rakyat kecil.
TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum Partai Amanat Nasional sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memberi sinyal optimistis menghadapi Pemilu 2029 dengan menyebut PAN akan membuat “kejutan” pada kontestasi politik mendatang.
Pernyataan itu disampaikan Zulhas dalam podcast bersama Refly Harun saat membahas perjalanan politik dan target elektoral PAN ke depan.
“Insyaallah 2029 kita bikin kejutan,” kata Zulhas dalam podcast di YouTube Refly Harun, dikutip Rabu (27/5/2026).
Dalam percakapan tersebut, Refly Harun menyinggung posisi PAN yang saat ini berada di papan tengah partai parlemen serta memiliki 48 kursi di DPR RI.
Namun Zulhas menegaskan dirinya masih memiliki ambisi politik untuk membesarkan PAN dan mencatatkan prestasi tertinggi selama kepemimpinannya sebagai ketua umum.
“Saya ingin membuat sejarah bahwa partai ini mencapai prestasi puncak terbaik,” ujarnya.
Zulhas diketahui telah memimpin PAN selama tiga periode berturut-turut.
Ia menilai membesarkan partai menjadi salah satu ambisi politik yang masih ingin diwujudkannya, meski mengaku fokus utama saat ini tetap pada tugas pemerintahan di sektor pangan.
Sinyal optimisme PAN menuju 2029 sebelumnya juga beberapa kali disampaikan elite partai. Zulhas bahkan pernah menargetkan PAN mampu menembus jajaran empat besar nasional pada pemilu mendatang.
Meski demikian, peta politik menuju 2029 diperkirakan masih sangat dinamis mengingat konfigurasi koalisi pemerintahan dan oposisi belum sepenuhnya terbentuk pasca Pilpres 2024.
Baca juga: Alasan Zulkifli Hasan Akui Minta Jabatan Menko Pangan ke Prabowo
Kritik Reformasi 30 Tahun Terlalu Liberal
Selain membahas arah politik PAN, Zulhas dalam podcast tersebut juga melontarkan kritik terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia selama tiga dekade terakhir pascareformasi.
Ia menilai sistem ekonomi nasional terlalu liberal dan cenderung memberi ruang besar kepada pemilik modal dibanding rakyat kecil, khususnya petani, nelayan, dan pelaku UMKM desa.
“Kita sangat liberal, semua pasar bebas,” kata Zulhas.
Menurut dia, kebijakan ekonomi pascareformasi membuat banyak sektor strategis yang sebelumnya menjadi ruang hidup rakyat kecil justru dikuasai korporasi besar dan pemilik modal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/menteri-perdagangan-mendag-sekaligus-ketua-umum-pan-zulkifli-hasan-zulhas-di-kantor-dpp-pan.jpg)