Survei Puskaptis Sulit Dijelaskan Secara Nalar
Pengamat Politik Yudi Latif menegaskan, survei yang dilakukan oleh Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) dinilai
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat Politik Yudi Latif menegaskan, survei yang dilakukan oleh Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) dinilai paradoks dalam beberapa segmen hasil survei yang dipaparkan Puskaptis.
"Survei yang dilakukan ini masih paradoks. Sulit dijelaskan secara nalar," ujar Yudi Latif dalam diskusi Hasil Survei Persepsi Publik Terhadap Pelaksanaan Pemilu 2014 yang digelar di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (27/2/2012).
Menurut Yudi Latif, ada beberapa hasil survei yang tidak cocok. Seperti survei mengenai persepsi publik tentang perekonomian Indonesia saat ini.
Dalam hasil survey yang dipaparkan, responden sebanyak 1.850 orang mengatakan perekonomian saat ini baik sebesar 40,6 persen dan sangat baik sebesar 5,6 persen. Kemudian untuk yang mengatakan perekonomian saat ini buruk sebanyak 24 persen responden dan sangat buruk sebesar 7,44 persen.
Sedangkan, pada segmen masalah paling penting yang sedang dihadapi bangsa sekarang ini, menurut data paling tinggi mengenai kategori Harga-harga kebutuhan pokok mahal mencapai 27,92 persen.
Hal yang sama dikatakan oleh pengamat politik lain. Menurut Bachtiar Effendi, hasil survey yang dilakukan Puskaptis sulit untuk dibaca angka-angkanya.
"Ini menjadi persoalan besar Puskaptis mengenai validasi sampling," tutur Bachtiar.