Putri Antasari Menikah
Istri Antasari Empat Bulan Desain Gaun Pengantin
Ida Laksmiwati, mengaku tidak kesulitan sama sekali mempersiapkan pernikahan putrinya dengan seorang diri, tanpa keterlibatan langsung Antasari.
Laporan Wartawan Tribunnews.com Dewi Agustina, HE Purwanto, Yogi Gustaman
TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - SERANGKAIAN acara pernikahan panjang dan kaya corak. Itulah pernikahan putri sulung Antasari Azhar - Ida Laksmiwati, Andita Dianoctora Antasariputri dan Mochamad Ahdiansyah. Memadukan empat macam adat daerah yang berbeda-beda, dalam lima hari.
Walau demikian Ida Laksmiwati, mengaku tidak kesulitan sama sekali mempersiapkan pernikahan putrinya dengan seorang diri, tanpa keterlibatan langsung suami. Ida sangat terbantu oleh perancang maupun penjahit busana karena semua punya perwakilan di Jakarta. Ida tinggal menelepon mereka lalu para perancang dan penjahit akan datang ke rumah untuk melakukan pengukuran.
"Saya sudah punya langganan sendiri. Jadi tinggal pesan saja. Mereka ada di Jakarta semua perwakilannya, jadi saya tinggal panggil terus ngukur, cepet kok pengerjaannya, sekitar empat bulan yang lalu. Alhamdulilah pakaian sudah siap semua. Tinggal finishing terakhir," kata Ida Laksmiwati.
Ida mengaku turut merancang sendiri gaun pernikahan anaknya. "Saya sudah merancang sejak lama. Jadi nanti dipadupadankan (dari berbagai adat Bangka, Palembang, Sunda, Jawa). Idenya saya dan anak saya. Saya berunding dengan penjahitnya. Gambarnya mau seperti ini. Kalau dia kurang, saya minta ditambah gambar lagi. Kalau bahan saya beli sendiri," ujar Ida.
Penjahit di Jakarta dan langganan. Satu baju ada tiga penjahit, perancangnya satu dari Jakarta, Malang, dan satu lagi dari Bangka. Karena dalam satu baju dituangkan modifikasi antara Bangka, Jawa, dan Palembang. Hasilnya akan dipakai tanggal 11 acara resespi di gedung.
Menjawab pertanyaan mengapa capek-capek bikin sendiri desainnya, bukan meminta jasa desainer atau penjahit? Ida mengatakan, "Karena anak saya ingin saya begini dan begitu dan cari yang murah. Makanya tidak diserahkan ke desainer. Takutnya modifikasi nanti keluar dari pakem. Maksudnya kita ingin benar-benar tradisional dari masing-masing daerah."
"Mengapa enggak pakai gaun luar negeri?" tanya Tribun. Ida menjawab, "Saya enggak mau luar negeri, maunya dalam negeri. Sudah lama saya suka gaun adat. Makanya tata rias nanti dari Jawa dan Bangka."
Menurutnya, tata rias Jawa pakemnya Solo dari perias. Nikah pakai adat Solo, siangnya resepsi pakai adat Sunda, tanggal 6 rasulan itu pengajian bapak-bapak, tanggal 7 pengajian ibu-ibu, nuansanya arabian. Tanggal 8 siraman, midodareni tanggal 9 nikah, resepsi keluarga dan tetangga. Tanggal 11 resepsi di gedung di Jakarta. Adat Sunda akai kebaya. Model bandung tapi tidak meninggalkan budaya.
Ketika diminta memperlihatkan busana-busana yang akan dikenakan Dita pada hari bahagianya nanti, Ida dengan halus mengatakan busana-busana tersebut tidak boleh diperlihatkan sebelum hari H.
"Maaf ya nggak bisa kita kasih lihat walaupun cuma desainnya, perancangnya nggak boleh, anak saya juga nggak mau, nggak boleh katanya karena belum waktunya, nanti jadi nggak surprise lagi," kata Ida. Sebanyak 1.500 udangan disebar untuk para tamu.
Untuk busana para panitia, Ida mengambil unsur adat Bangka Belitung sesuai dengan daerah asal suaminya, Antasari Azhar. Para panitia nantinya mengenakan kain tenun Bangka berwarna ungu kemerahan dari Cual Ishadi.
Ida menuturkan suka-suka mengurusi sendiri pernikahan anak. Dukanya kerja sendiri, tanpa suami. Ke sana kemari, Ida ditemani adiknya Lena, adik Antasari Azhar atau isteri Endang Rifki), dan Ida Heru (adik ipar Ida Laksmiwati dari keluarga di Solo). "Saya dibantu sama dua sekretaris dari pihak ibu dan bapak," ujarnya berseloroh.
Saat ini, kata Ida, Andita tengah menjalani proses pingitan sesuai adat Jawa, yaitu selama 40 hari tidak boleh bertemu dengan calon suaminya. Namun mereka tetap menjalin komunikasi via telepon terkait persiapan pernikahan.
"Orang Jawa bilang nggak boleh ketemu, Ya kita ikuti saja. Jadi ini sudah hampir 40 hari Dita nggak ketemu sama calon suaminya," ujar Ida.
Sedangkan seluruh perawatan untuk calon pengantin, Andita sudah punya langganan sendiri di Klinik Vanda, termasuk beberapa langganan rias make-up lainnya.