Selasa, 21 April 2026

Rencana Kenaikan Harga BBM

BEM UMJ: Kami Sudah Menolak Diajak ke Cina

Untuk meluruskan kabar tersebut, pihaknya dengan tegas menyatakan sikap menolak tawaran pemerintah atas kunjungan itu.

Penulis: Edwin Firdaus

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sejumlah Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), membantah kabar yang mengatakan organisasi mereka merupakan bagian dari OKP penghibur Presiden Susilo Bambang Yudhono, untuk berkunjung ke Cina jelang kenaikan harga BBM.

"Terkait adanya BlackBerry broadcast messenger (BBM) yang mengatakan BEM UMJ, UNKRIS, Mercubuana, dan Jayabaya sebagai peserta dari kunjungan ke Cina, kami menyatakan berita itu sama sekali tidak berdasar," kata Presiden Mahasiswa UMJ M Fadly Sangadji, mewakili BEM tersebut di atas, dalam rilis yang diterima Tribunnews.com, Sabtu (17/3/2012).

Fadly menjelaskan, untuk meluruskan kabar tersebut, pihaknya dengan tegas menyatakan sikap menolak tawaran pemerintah atas kunjungan itu.

"Sebelumnya, kami dengan lantang telah menyatakan sikap menolak menjadi peserta kunjungan ke Cina. Penolakan itu langsung kami sampaikan ke Deputi I Kemenpora Alfitra Salamm empat hari lalu," jelas Fadly.

Penolakan tersebut, sambung Fadly, berdasarkan beberapa pertimbangan, seperti adanya kesepakatan sejumlah Presiden BEM yang masih fokus untuk terus melawana rencana kenaikan harag BBM.

Karena itu, sebagai mahasiswa, paparnya, pihaknya tak akan mengkhianati perjuangan masyarakat.

"Perjuangan gerakan mahasiswa yang sedang terkonsentrasi terhadap perlawanan atas kenaikan harga BBM, harus terus di gulirkan. Untuk itu, kami yang juga merupakan komponen gerakan, tak kan mengkhianati perjuangan kawan-kawan lainnya dengan ikut menjadi peserta," sergahnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved