Kamis, 16 April 2026

Laporan Langsung dari Makkah

Badai Debu di Makkah, Jemaah Indonesia Wajib Pakai Masker

Umat muslim yang sedang melangsungkan ibadah di kota Madinah dan Makkah Arab Saudi diminta mengenakan masker

Laporan Tribunnews Batam, Candra P. Pusponegoro

TRIBUNNEWS.COM, MAKKAH - Umat muslim yang sedang melangsungkan ibadah di kota Madinah dan Makkah Arab Saudi diminta mengenakan masker. Anjuran ini dikhususkan jemaah umrah dari tanah air. Mengingat pada Senin (19/3/2012) lalu, cuaca dingin dan badai debu melanda dua kota suci tersebut hingga saat ini.

Selain badai debu, suhu udara cukup dingin. Sehingga apabila kondisi jemaah tidak fit akan terserang batuk, demam, diare, infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), atau gangguan lainnya. Hal ini seperti yang dianjurkan Asmar Nasution, salah satu warga Tapanuli Selatan yang sudah bermukim di Makkah hampir 18 tahun.    

“Cuaca di Madinah sangat dingin pada malam hari. Sedangkan di Makkah beberapa waktu lalu dilanda badai debu. Akibatnya suasana Masjidil Haram berkabut dan menara hotel Zam-zam tidak bisa dilihat dari jarak 20 kilometer,” ujar Asmar saat dijumpai Tribun di Hotel Omalia Royal Palace Al Ghaza Makkah Arab Saudi.

Ia berharap jemaah yang keluar dari hotelnya masing-masing dan hendak berangkat ke masjid diminta mengenakan masker. Selain itu, jemaah dianjurkan mengenakan kacamata, kaos tangan, baju lengan panjang, dan kaos kaki. Dengan cara seperti ini, kata dia, diharapkan bisa mengantisipasi cuaca yang ekstrem tersebut.

Menurut pengalaman Asmar, apabila jemaah tidak mengenakan masker, kemungkinan besar bisa terkena sesak nafas atau demam. Terlebih jemaah yang baru pertama kali mengunjungi kota Madinah dan Makkah. Sebagai langkah preventif, jemaah dianjurkan juga untuk mengonsumsi buah-buahan dan memperbanyak minum air putih.

“Selama mereka berada di hotel, saya anjurkan mereka mengonsumsi buah dan meminum air putih. Jika badan sudah merasa letih jangan dipaksa untuk terus beribadah karena bisa drop total,” ujar Asmar.

Tribun Batam yang berada di Madinah sejak 15-23 Maret 2012 merasakan suhu udara yang sangat dingin. Terlebih jika di atas pukul 00.00, suhu udara melebihi pendingin ruangan (AC) kamar hotel, yakni di bawah 16 derajat celcius. Tidak terkecuali kondisi Makkah, debu tebal sering menyelimuti kawasan Masjidil Haram sepanjang hari.

Bayu, warga asal Batam Indonesia yang kali pertama tiba di Makkah untuk menunaikan umrah mengakui kondisi Mekkah bulan Maret 2012 berbeda. Sebelum datang ke sini, ia memantau situasi cuaca di Masjidil Haram melalui siaran televisi King Saudi Arabia (KSA1) dalam kondisi baik, terang, dan tidak terlihat badai debu.

“Sebelum kami berangkat ke sini, saat di Batam menyaksikan siaran televisi Makkah kondisinya cuaca sangat bagus. Tapi setibanya di sini terjadi badai debu yang luar biasa. Atas saran pembimbing makanya saya mengenakan masker selama beribadah di sini dan mengonsumsi madu,” ujar Bayu saat ditemui beberapa waktu lalu.

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved