Breaking News:

Pembatasan BBM Subsidi

Hatta: Pembatasan BBM Belum 1 Mei

Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan rencana pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi

zoom-inlihat foto Hatta: Pembatasan BBM Belum 1 Mei
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Pengendara sepeda motor mengisi kendaraannya dengan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan RE Martadinata, Kota Bandung, Senin (2/4/2012). Pasca kenaikan harga pertamax dari Rp 9.850 menjadi Rp 10.300 per liter dan pertamax plus dari Rp 10.050 menjadi Rp 10.400 per liter di SPBU ini, pemilik kendaraan bermotor yang biasa menggunakan bahan bakar jenis ini masih tetap normal. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengungkapkan rencana pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi belum dilaksanakan per 1 Mei mendatang.
 
”Belum 1 Mei, belum bisa. Ya belum bisa. Masa mau langsung dibatasi 1 Mei, ya belum,“ tegas Hatta, di kompleks Istana Negara, Jakarta, Selasa (24/4/2012).
 
Ditegaskan Hatta, paparan mengenai pembatasan BBM subsidi untuk mobil pribadi oleh Menteri ESDM, Jero Wacik baru akan dilakukan hari ini dalam sidang kabinet. Sehingga masih diperlukan waktu yang relatif panjang untuk melakukan pembatasan BBM subsidi.
 
”Jadi, tidak mungkin dilaksanakan waktu cepat. Apalagi 1 Mei,” demikian diungkapkan Hatta.
 
Lebih lanjut Hatta menyatakan masih belum bisa memastikan apakah setelah dipaparkan dan dibahas nanti, program pembatasan bisa langsung diputuskan hari ini.
 
Karena menurut Hatta, pertama masyarakat harus memahami betul mengenai program pembatasan ini sendiri. Kedua, pemerintah harus juga siap betul. Ketiga, diperlukan sosialisasi.
 
”Ide dan pemikiran yang bagus harus bisa diimplementasikan. Kita tidak mau asal menjeplak, terus gak bisa jalan. Kita ingin jalan. Salah satu yang paling mungkin dilakukan dengan stiker. Tentu ada masukan lain. Kita juga mendengar masukan. Tapi percayalah apapun kebijakan yang diambil selalu ada pro dan kontranya. Kalau mengacu pada poling, semua menginginkan pengendalikan. Jangan sampai kuota kita jebol,” jelas Hatta.
 
Ratas hari ini sendiri, sebut Hatta, sebetulnya rapat rutin bidang perekonomian.  Pun materi hari ini melaporkan pelaksanaan APBN-Perubahan 2012.
 
”Kita harus melakukan dua hal penting. Pertama, kalau kita bersiap untuk tidak ada kenaikan sampai akhir tahun karena tidak memenuhinya pasal 7 ayat 6a, maka dua hal harus kita capai. Pertama pertumbuhan harus tetap terjaga 6,5 persen, kedua fiskalnya harus sehat,” lanjut dia menjelaskan.
 
”Nah, seluruh kebijakan atau keputusan yang ditetapkan dalam APBN-Peruabahan 2012 harus kita jalankan. Satu saja yang tidak yaitu kompensasi. Karena, tidak adanya kenaikan BBM.”
Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved