Pesawat Sukhoi Jatuh
Majalah Angkasa Berduka, 2 Wartawan Ikut Penerbangan Sukhoi
Pihak redaksi Majalah Angkasa merasa kehilangan atas keberangkatan dua wartawan mereka mengikuti joy flight
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nicolas Timothy
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pihak redaksi Majalah Angkasa merasa kehilangan atas keberangkatan dua wartawan mereka mengikuti joy flight pesawat Sukhoi Superjet 100, yang dikabarkan jatuh di kawasan pegunungan Salak, Jawa Barat.
"Kami merasa kehilangan ketika mendengar kabar pesawat yang ditumpangi rekan kami hilang," ujar Harzan Djajasasmita yang bekerja di bagian redaksi majalah Angkasa di kantornya, Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (10/5/2012).
Harzan menerangkan, sebelum kedua rekannya yaitu Didi Nur Yusuf (fotografer) dan Dody Aviantara mengikuti demo penerbangan atau joy flight, semua berjalan secara normal tidak ada sesuatu yang janggal. "Sebelum berangkat normal-normal saja," kata Harzan.
Sejauh ini, lanjut Harzan, pihaknya terus melakukan pantauan dengan mengikuti perkembangan pencarian tim yang dilakukan oleh berbagai pihak seperti Basarnas, TNI, dan anggota kepolisian setempat sampai menurunkan reporter ke lokasi diperkirakan pesawat tersebut hilang.
"Kami sudah ada orang yang memantau di Halim Perdanakusumah dan ada tim yang berangkat ke sana (lokasi jatuhnya pesawat)," kata Harzan.
Seperti diketahui, pesawat Sukhoi Superjet 100 yang terbang dari Bandara Halim Perdana Kusumah hilang saat melakukan demo penerbangan. Diperkirakan pesawat tersebut jatuh di Kawah Ratu setelah hilang kontak.
BERITA TERKAIT:
- Lokasi Jatuhnya Shukoi 2,5 Kilometer dari Kawah Ratu
- Penumpang Sukhoi Bukan 48 Tapi 47
- Kepala Pemasaran PT Dirgantara Indonesia Korban Sukhoi
- SAR Temukan Pesawat Berupa Serpihan dan Logo Sukhoi
- Rumah Kornel M Sihombing Dipenuhi Rekan dan Kerabat
- Alat Pelempar Sinyal Sukhoi Superjet100 Tidak Berfungsi