Kamis, 21 Mei 2026

Anas: Kader Demokrat Cuma Mampir Sebentar ke Tetangga

Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mengaku tak khawatir dengan hasil jajak pendapat terakhir yang dilakukan

Tayang:
Penulis: Abdul Qodir
Editor: Anwar Sadat Guna

TRIBUNNEWS.COM, PURWOREJO - Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mengaku tak khawatir dengan hasil jajak pendapat terakhir yang dilakukan Trust Indonesia (TI), bahwa pemilih PD di Pileg 2009 bakal pindah pilihan ke beberapa parpol lain, termasuk sebanyak 32,9 persen yang lari ke Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Menurut Anas, hasil survei tersebut merupakan cermin dari sikap sesaat masyarakat dan bukan hasil pasti pada pemilu mendatang.

Ia percaya diri jika pun ada pemilih PD yang sempat lompat ke parpol lain, maka dia akan kembali lagi.

"Itu fenomena survei yang saya yakini itu bukan pindah, hanya jalan-jalan sebentar ke tetangga. Nanti pada waktunya akan kembali ke rumah lagi. Kembali ke Demokrat lagi," kata Anas di sela kegiatan Safari Ramadan, Purworejo, Jateng, Rabu (8/8/2012).

Hasil survei TI menyebutkan, jika pileg diselenggarakan saat ini maka Partai Demokrat berada di posisi kedua setelah Partai Golkar, yaitu dengan tingkat elektabilitas 11,6 persen.

Hasil ini turun dari perolehan Demokrat pada pileg 2009 yang mendapatkan perolehan suara 20,8 persen.

TI menyatakan, turunnya suara Demokrat itu lantaran sebanyak 59,5 responden yang mengaku memilih Demokrat di pileg 2009 bakal pindah gerbong.

Rinciannya, 32,9 persen ke Partai Nasdem, 9,1 persen ke Partai Kebangkitan Bangsa, 9,1 persen ke Partai Gerindra, 4,9 persen ke Partai Golkar, dan 3,5 persen suara sisa ke partai lainnya.

Anas yakin pemilih PD yang berjalan-jalan itu akan kembali pada saat pemungutan suara 2014 mendatang. Sebab, para pemilih itu sekadar mencoba-coba dan mempelajari parpol lain.

"Tahu persis, mereka akan menimbang. Eh, ternyata setelah ditimbang, Demokrat yang terbagus. Ketika begitu akan kembali ke rumah lagi," kata Anas.

Bagi Anas, jika pun ternyata ada pemilih yang tidak kembali, maka hal itu merupakan bagian dari kebebasan warga negara dalam demokrasi.

"Tapi yang kami yakin akan kembali ke rumah. Karena pemilih itu tahu persis mana rumah yang terbaik. Sekarang sedang mencari-cari. Belajar tentang banyak rumah. Kelihatan rumput tetangga itu lebih hijau. Tapi ternyata rumput rumah sendiri itu lebih subur. Nanti begitu kesimpulannya," tandasnya.

Anas tak memungkiri kemungkinan pemilih akan beralih dari Demokrat. Namun, juga ada kemungkinan ada pemilih lain yang masuk ke PD. Sebab, ia melihat ada tiga kategori pemilih PD, yakni pemilih lama yang kemungkinan bisa berpindah, pemilih baru yang pada 2009 lalu belum memilih, dan pemilih lama yang sangat mungkin pindah ke Demokrat.

"Jadi, pangsa Demokrat itu yang belum menentukan pilihan di 2009. Kedua yang mungkin pindah dari partai lain ke Demokrat. Meskipun memang dimungkinkan migrasi politik dari Demokrat ke parpol lain," jelas mantan Ketua Umum PB HMI tersebut.

Satu alasan Anas bahwa ada kemungkinan pemilih baru, yakni karena PD akan melakukan perubahan berupa program sesuai dengan perkembangan keadaan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved