Minggu, 12 April 2026

SEAHum Dibentuk Untuk Maksimalkan Bantuan Kemanusian

Lembaga-lembaga kemanusian di kawasan Asia Tenggara membentuk Southeast Asia Humanitarian Committe (SEAHum)

Penulis: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM  JAKARTA - Lembaga-lembaga kemanusian di kawasan Asia Tenggara membentuk Southeast Asia Humanitarian Committe (SEAHum) atau Komite Asia Tenggara untuk Kemanusiaan. Komite ini untuk memaksimalkan bantuan kemanusiaan di wilayah konflik atau bencana alam.

"Selama ini bantuan adakalnya  tumpang tindih dan kurang tepat sasaran. Terkadang juga tidak disertai dengan kelanjutan dari bantuan yang sudah diberikan. Dengan dibentuknya komite ini, kemanfaatan penerima bantuan menjadi lebih luas," kata Presiden Southeast Asia Humanitarian Committee Agung Notowiguno, Kamis (4/10/2012), di Jakarta.

Dikatakan Agung,  dibentuknya komite ini juga bukan karena adanya sentimen negatif terhadap agama tertentu, meski pada awalnya memang berangkat dari keprihatinan atas tragedi kemanusiaan di Myanmar.

"Kita bergerak pada program kemanusiaan yang lebih luas, yang humanitarian, yang general," tandas pimpinan PKPU ini, di sela 1st Workshop Southeast Asia Humanitarian Committe, yang dihadiri lembaga kemanusiaan seperti Dompet Dhuafa, PKPU, Rumah Zakat, ACT, PAHAM Indonesia, PAHAM Jakarta, DDIL, serta pimpinan IKRAM dari Malaysia.

Wakil Presiden SEAHum Committee bpk. Muhammad Thoriq Helmi, menambahkan, komite yang beranggotakan lembaga kemanusiaan Asean ini, kini tengah menyusun program kerja. "Bukti nyata dari sebuah komitmen kemanusiaan adalah aksi nyata.  Aksi nyata harus dimulai sebuah program kerja yang tepat efisien, dan professional," tegasnya.  

Dikatakan, masing-masing lembaga kemanusian memiliki kekuatan sendiri-sendiri. Ada yang tangguh dalam pembagian zakat, ada yang solid dalam bidang rescue, ada juga yang kuat di bidang pendidikan dan sosial. Jika kekuatan-kekuatan itu disinergikan, diharapkan masalah-masalah kemanusian akan semakin cepat teratasi.

"Kerja berjamaah kan lebih bagus daripada kerja sendiri-sendiri. Harus diingat pula, masalah yang terjadi di suatu negara, negara lain juga akan merasakan hal yang sama," tandas pimpinan Dompet Dhuafa ini.

Selain program kerja, rapat kerja ini juga diharapkan sebagai pintu koordinasi dan kerjasama antar lembaga kemanusiaan yang ada di Asia Tenggara. Bertambah pula anggota-anggota baru dalam komite yang baru dibentuk ini.  

Pada pertemuan sebelumnya telah dibentuk susunan Dewan Pimpinan Southeast Asia Humanitariaan Committee yang diketuai Ismail Agus Said dari Dompet Dhuafa.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved