Hari Sumpah Pemuda
Indonesia Alami Krisis Keteladanan
Indonesia saat ini mengalami krisis keteladanan. Apalagi, sangat sedikit dijumpai tokoh yang bisa menjadi panutan bangsa.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indonesia saat ini mengalami krisis keteladanan. Apalagi, sangat sedikit dijumpai tokoh yang bisa menjadi panutan bangsa.
"Ketika ada pemimpin yang menyatakan perang terhadap korupsi, ternyata orang di sekelilingnya korupsi. Ketika pemimpin menyatakan harus berobat di dalam negeri, ternyata istri presiden malah berobat ke luar negeri," kata anggota DPR/MPR dari Fraksi PKS Indra, dalam diskusi di Gedung DPR/MPR Jakarta, Senin (29/2012).
Menurutnya, tindakan dan ucapan pimpinan harus seiring dan seirama.
"Tapi, ketika perang terhadap narkoba, presiden malah memberikan grasi," imbuhnya.
Bentuk lain yang tidak memberikan contoh yang baik kepada pemuda, lanjutnya, adalah mengenai sengketa antar-institusi, seperti yang terjadi antara KPK dan Polri.
"Lucunya, mereka sama-sama dibiayai negara dan menuntut secara materil dan imateril," ucap Indra.
Krisis kepemudaan, papar Indra, bertambah parah karena masyarakat dan elite politiknya tidak memiliki rasa ke-Indonesiaan.
"Tidak cinta produk dalam negeri. Kedelai dan kentang impor. Ironisnya, garam pun kita impor. Padahal, dua pertiga wilayah Indonesia adalah lautan," jelas Indra.
Sementara, anggota DPR/MPR dari Fraksi Golkar Aziz Syamsuddin berpendapat, sulit mengimplementasikan nilai-nilai kepemudaan di era reformasi, ke dalam kehidupan sehari-hari yang langsung bersentuhan dengan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
“Selain itu, bagaimana kita mampu berperang melawan narkoba, korupsi, terorisme dan kejahatan kemanusiaan yang merusak generasi bangsa,” ujarnya. (*)