Minggu, 19 April 2026

Soroti Pidato Prabowo di WEF 2026, Ketua DPD RI: Kita Patut Bangga

Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin bangga dan mengapresiasi pidato Presiden Prabowo di WEF 2026 yang menyerukan perdamaian dan stabilitas dunia

Tangkapan layar dari YouTube World Economic Forum
PRABOWO PIDATO - Presiden Prabowo Subianto saat berpidato dalam annual meeting World Economic Forum di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Ketua DPD RI Sultan Baktiar Najamudin bangga dan mengapresiasi pidato Presiden Prabowo di WEF 2026 yang menyerukan perdamaian dan stabilitas dunia. 

Ringkasan Berita:
  • Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin bangga dan mengapresiasi pidato Presiden Prabowo di WEF 2026 yang menyerukan perdamaian dan stabilitas dunia
  • Statement diplomatik yang tegas dari Presiden Prabowo di tengah turbulensi geopolitik mensyaratkan stabilitas nasional yang meyakinkan
  • Kesungguhan Presiden dalam menyiapkan SDM dan menata ulang sistem perekonomian nasional sesuai Pasal 33 UUD 1945 bertujuan agar posisi tawar Indonesia makin diperhitungkan dunia internasional

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Baktiar Najamudin, menilai upaya Presiden Prabowo Subianto dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui berbagai program prioritas pemerintah merupakan strategi krusial.

Menurut Sultan, langkah tersebut bukan hanya soal pembangunan dalam negeri, melainkan bagian dari agenda besar untuk meningkatkan pengaruh Indonesia di kancah internasional.

Hal ini disampaikan Sultan saat dimintai pandangannya terkait pidato Presiden Prabowo Subianto di World Economic Forum (WEF) 2026 yang digelar di Davos, Swiss.

"Sebagai bangsa kita patut bangga dan mengapresiasi pidato Presiden yang lugas dan tegas menyerukan perdamaian dan stabilitas dunia," kata Sultan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (23/1/2026).

"Statement diplomatik yang tegas di tengah turbulensi geopolitik ini mensyaratkan stabilitas nasional yang meyakinkan," ujar Sultan menambahkan. 

Ia mengungkapkan, kesungguhan Presiden dalam menyiapkan SDM dan menata ulang sistem perekonomian nasional sesuai Pasal 33 UUD 1945 bertujuan agar posisi tawar Indonesia semakin diperhitungkan oleh dunia internasional.

Baca juga: Pidato Prabowo di WEF, Ingin Hilangkan Kemiskinan Ekstrem dalam 4 Tahun

Mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu mencontohkan sederet program terintegrasi yang dinilai saling mendukung visi tersebut.

"Presiden sungguh-sungguh menyiapkan kualitas SDM generasi muda Indonesia dengan sederet program yang terintegrasi dan saling mendukung. Seperti lembaga investasi Danantara, swasembada pangan, MBG, Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis, membangun Universitas Unggul, Koperasi Merah Putih hingga program kampung nelayan," tuturnya.

Menurut Sultan, program-program vital tersebut tidak hanya efektif untuk memutus mata rantai kemiskinan, tetapi juga mendorong pemerataan pembangunan hingga ke daerah-daerah terluar Indonesia.

"Dengan capaian positif di dalam negeri dalam satu pemerintahan, Presiden Prabowo dapat konsisten dan percaya diri menyerukan stabilitas dunia di hadapan pemimpin serta elit global," imbuhnya. 

Dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1/2026), Prabowo tampak memamerkan program unggulannya, salah satunya Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurut dia, program MBG tersebut telah menciptakan 600.000 pekerjaan. Saat ini, terdapat 61 ribu usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta korporasi menjadi bagian dari rantai pasok program MBG.

BOARD OF PEACE - Dalam foto: Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) bersama Presiden AS Donald Trump (tengah) dan Perdana Menteri (PM) Hungaria Viktor Orbán (kiri) jelang penandatanganan Board of Peace (BoP) Charter yang diluncurkan dalam sebuah seremoni di sela penyelenggaraan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
BOARD OF PEACE - Dalam foto: Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) bersama Presiden AS Donald Trump (tengah) dan Perdana Menteri (PM) Hungaria Viktor Orbán (kiri) jelang penandatanganan Board of Peace (BoP) Charter yang diluncurkan dalam sebuah seremoni di sela penyelenggaraan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). (Tangkap layar YouTube/Sekretariat Presiden)

Ketua Umum Partai Gerindra itu beroptimis bahwa program MBG akan menciptakan 1,5 juta lapangan pekerjaan di Indonesia.

Selain itu, Prabowo juga berkomitmen melakukan pemberantasan kemiskinan ekstrem di Indonesia dalam empat tahun.

Adapun caranya melalui pendidikan, seperti program Sekolah Rakyat hingga papan interaktif digital (PID) ke seluruh sekolah di Indonesia.

Dalam forum itu, Prabowo juga menggaungkan perdamaian internasional daripada kekacauan. 

Prabowo menyampaikan peribahasa yang kerap diutarakannya, yakni "Seribu sahabat terlalu sedikit bagi kami, satu musuh terlalu banyak".

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved