Hampir Satu Bulan, 9 Ton Sampah Menumpuk di Kalibaru
Penumpukan sampah di sekitar saringan sampah otomatis Kali Baru, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, semakin parah. Sembilan ton sampah
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penumpukan sampah di sekitar saringan sampah otomatis Kalibaru, Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, semakin parah. Sembilan ton sampah dibiarkan menumpuk sejak 15 November 2012.
Dikhawatirkan Jika terus dibiarkan, sampah-sampah tersebut menebarkan kuman yang menimbulkan penyakit.
Iwan Maulana, Kepala Operator Saringan Sampah Otomatis Kali Baru, menyebutkan kondisi ini lantaran tidak adanya petugas pengangkut yang datang mengangkut sampah-sampah tersebut. Pihaknya pun sudah melaporkan hal ini kepada Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, namun belum juga ada tanggapan.
"Biasanya petugas yang mengangkat sampahnya adalah UPT Alkal. Cuma yang saya dengar sekarang tugas dan kewenangannya sudah dipindah ke kontraktor lain. Tapi saya juga bingung kenapa sudah sekitar tiga minggu ini tidak ada petugas yang mengangkatnya," kata Iwan, Selasa (11/12/2012).
Menurut Iwan, selama sekitar tiga minggu tersebut, pihaknya bekerja sendiri mengangkat sampah-sampah yang nyangkut di sekitar saringan sampah otomatis Kali Baru, depan Pusat Grosir Cililitan (PGC) Cililitan itu. Selanjutnya, sampah-sampah itu terpaksa menumpuk di tempat penampungan di sekitarnya.
Pantauan Tribunnews.com, sampah-sampah tersebut berupa limbah rumah tangga berjenis plastik. Ada pula batang pohon dan dedaunan, ban bekas, peti telur, sayur-mayur, dan lain sebagainya.
"Kalau masih basah tumpukan sampah terlihat meninggi, ini karena sudah kering jadinya terlihat agak menurun. Kalau dihitung-hitung totalnya sekarang ada sekitar 9 ton," lanjutnya.