Bupati Menikahi ABG
Pengamat: Bupati Garut Wajib Lengser
terbongkarnya aib moral yang menimpa Bupati Aceng Fikri, sangat disesalkan semua kalangan
TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Persoalan politik yang kian berlarut-larut di Garut, Jawa Barat pasca terbongkarnya aib moral yang menimpa Bupati Aceng Fikri, sangat disesalkan semua kalangan.
Tidak saja Presiden, Menteri, Gubernur, anggota DPR tetapi juga seantero rakyat negeri ini. Warga Kota Dodol pun tak lelahnya melakukan aksi unjuk rasa menuntut Aceng mengundurkan diri.
Di tengah proses pemeriksaan Aceng Fikri oleh Polda Jawa Barat atas dugaan penipuan yang dilaporkan Asep, sepertinya Aceng tidak bergeming terhadap desakan mundur dari seluruh elemen masyarakat.
Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia, Ari Junaedi, melihat tipikal Aceng adalah gambaran betapa bebalnya pejabat publik dari arus besar desakan massa.
"Sudah jelas-jelas melakukan perbuatan yang tidak terpuji dan ini tidak dialami oleh Fany Oktora yang berumur 18 tahun yang dinikah kilat selama 4 hari tetapi Aceng juga melakukan hal yama terhadap gadis Purwakarta yang bernama Shinta. Kenapa Aceng bebal dan merasa tidak bersalah ? Inilah wajah pejabat publik yang merasa harus dilayani rakyat, bukan melayani rakyat. Garut butuh pemimpin seperti Jokowi-Ahok. Orang seperti Aceng Fikri sudah semestinya dicoret dari pilihan rakyat," tegas Ari Junaedi, Rabu (12/12/2012).
Ari yang juga pengajar Program Pascasarjana Universitas Diponegoro ini berharap, DPRD Garut segera merespon cepat tuntutan rakyat dan Menteri Dalam Negeri berdasar perintah Presiden, sudah selayaknya segera memecat Aceng Fikri dari jabatan Bupati Garut.
"Perhatikan saja, sejak kasus ini mencuat ke publik, semua urusan pemerintahan di Garut menjadi abnormal. Padahal jauh sebelum kasus ini meledak, Garut dibawah kepemimpinan Aceng juga berjalan di tempat alias tidak mengalami kemajuan sama sekali,"papar Ari Junaedi.
Kasus yang menimpa Aceng Fikri diharapkan menjadi pembelajaran bagi para kepala daerah lain untuk selalu memegang komitmen sejak awal berkampanye hingga dilantik yakni melayani rakyat dengan setulus hati.
"Menjadi Jokowi, Ahok atau seperti Walikota Surabaya Tri Risma adalah harapan warga. Kepemimpinan seperti mereka akan melegenda. Sebaliknya model kepemimpinan Aceng Fikri akan dihujat sepanjang massa," Ari Junaedi menegaskan.