ATM Dilempar Bom
Peledakan ATM di Makassar Sudah Dua Kali dengan Modus Sama
Aksi pelemparan bom terhadap Anjungan Transakasi Tunai (ATM) di Makassar bukan kali pertama, sebelumnya ATM milik Bank Mandiri di Jalan Kakatua,
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aksi pelemparan bom terhadap Anjungan Transakasi Tunai (ATM) di Makassar bukan kali pertama, sebelumnya ATM milik Bank Mandiri di Jalan Kakatua, Makassar, Rabu dinihari (19/9/2012) terjadi hal serupa.
Namun melihat dari modus yang hampir serupa tersebut, kepolisian belum bisa menyimpulkan apakah pelakunya sama atau tidak. Pelaku peristiwa pelemparan bom molotov 2012 silam pun belum diungkap kepolisian, sehingga tentu saja dengan kejadia serupa kali ini di Makassar menjadi tantang bagi kepolisian untuk mengungkapnya.
“Pelakunya tentu belum bisa dipastikan sama atau tidak, yang jelas kita belum berhasil menemukan pelakunya, tapi kalu ada kemiripan dari modus, ya. Saya bisa katakan ada kemiripan modus operandi,” ungkap Kepala Biro Penerangan Masyrakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar saat ditemui wartawan termasuk tribunnews.com di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (14/1/2013).
Dijelaskan Boy baik kasus pelemparan bom molotov tanggal 19 September 2012 maupun 14 Januari 2013 memiliki kesamaan modus, pelaku melakukan pelemparan bom molotov bukan untuk merampok uangnya, tetapi hanya untuk melakukan pengrusakan saja.
Saat ini kepolisian masih mempelajari CCTV yang terpasang di ATM Mandiri yang terletak di Komplek Bukit Khatulistiwa, Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar untuk melihat siapa pelakunya.
“Saat ini kita masih mempelajari CCTV-nya untuk melihat siapa orang terakhir yang ada di ATM tersebut. Yang sebelumnya belum bisa tertangkap karena sulit dikenali, pelakunya tidak terlihat jelas karena memakai helm dan penutup lainnya,” ungkapnya.
Dari CCTV kejadian 19 September 2012, dalam rekaman memperlihatkan dua orang pemuda masuk ke ruang mesin ATM. Pelaku beraksi tanpa penutup muka. Sehingga, terlihat jelas wajah keduanya.
Sebelum beraksi, satu pelaku terlihat mengambil uang terlebih dulu di mesin ATM. Kemudian, seorang rekannya masuk untuk menyalakan sebuah bom molotov. Keduanya langsung pergi setelah bom molotov dinyalakan. Tak lama kemudian, bom pun meledak.