Selasa, 14 April 2026

Nasib Anas di Demokrat

Pengamat Sayangkan SBY Hanya Pikirkan Anas Selama di Tanah Suci

Susilo Bambang Yudhoyono menulis pesan pendek di depan Kabah yang hanya mendoakan Partai Demokrat terbebas dari berbagai

Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Susilo Bambang Yudhoyono menulis pesan pendek di depan Kabah yang hanya mendoakan Partai Demokrat terbebas dari berbagai cobaan berat sampai elektabilitasnya turun, sungguh tak mencerminkan sikap seorang kepala negara.

Pengamat politik, Direktur Lima Ray Rangkuti usai diskusi Di Balik Sengketa Parpol Mungkinkah Pemilu Demokratis? di KPU, Jakarta, Jumat (8/2/2013), menyayangkan kenapa SBY justeru bukan mendoakan maslahat dan kepentingan rakyatnya.

"Saat tawaf pun yang dipikirkan Anas. Tidak ada sms ke kita sebagai rakyat. Justeru yang terpikirkan Partai Demokrat. Bahkan pulang ke Indonesia untuk rapat koordinasi pun tidak, hanya rapat Partai Demokrat. Bisa dibilang seminggu ini totalitas SBY ke partainya," ujar Ray.

Seharusnya, lanjut Ray, totalitas SBY fokus dalam memimpin dan memikirkan nasib bangsa Indonesia dengan populasi penduduknya mencapai sekitar 250 juta jiwa. Dan sepulangnya ke Tanah Air, SBY langsung menggelar rapat koordinasi dengan para menteri di kabinetnya.

Menurut Ray, elektabilitas Partai Demokrat turun di berbagai survey bukan hanya faktor Ketua Umum Anas Urbaningrum kerap disebut diduga terlibat sejumlah kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi, seperti proyek pembangunan olahraga nasional Hambalang.

Karenanya, DPR harus memanggil dan meminta pertanggungjawaban SBY sebagai kepala negara kenapa seminggu dalam lawatan ke luar negeri kerap memikirkan partainya, bukan justeru memberi kebijakan politik bagi rakyat Indonesia.

Dalam pesan yang tersebar ke publik, SBY memosisikan diri sebagai Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat dengan menembuskannya kepada anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Sekretaris Dewan Kehormatan, Sekjen Partai Demokrat, dan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR.

SBY menjelaskan pesannya ditulis persis di hadapan Kabah, Masjidil Haram, Mekkah. Ia mengaku selama berada di Tanah Suci terus memohon petunjuk dan pertolongan Allah agar Partai Demokrat dapat segera dibebaskan dari berbagai cobaan berat.

"Saya berharap saudara-saudara juga ikut berdoa dan memohon petunjuk dan pertolongan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, agar kita bisa segera menemukan solusi tepat, bijak dan bermartabat," begitu salah satu pesan SBY yang ditulis tanggal 5 Februari 2013.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved