Kongres HMI
Gerakan Nasional HMI Anti-SBY Tolak Kehadiran SBY di Kongres
Gerakan Nasional HMI antiSBY menyatakan menolak kehadiran Presiden SBY di dalam kongres ke XXVIII di Jakarta, pada
Penulis:
Muhammad Zulfikar
Editor:
Johnson Simanjuntak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gerakan Nasional HMI antiSBY menyatakan menolak kehadiran Presiden SBY di dalam kongres XXVIII di Jakarta, pada Jumat (15/3/2013). Kongres tersebut akan dilaksanakan di Hotel Borobudur.
Abdul Syukur Oumo, Koordinator Aliansi nasional HMI Anti SBY, mengatakan SBY adalah oemimpin yang tidak sesuai dengan tipe kepemimoinan ideal yang selama ini dipakai sebagai standar kepemimpinan di HMI, yaitu jujur, adil, dan demokratis.
"Bagi kami SBY tidak layak menghadiri pembukaan kongres HMI, apalagi sampai mengintervensi jalannya perhelatan demokrasi akbar di HMI," kata Abdul di Jakarta, Kamis (14/3/2013).
Lebih lanjut Abdul mengatakan, banyak sekali permasalahan yang terjadi di bangsa yang berangkat dari ketidakkonsisten, ketidakjujuran, dan ketidakadilan yang ditunjukan SBY. "Kami melihat semenjak tampuk kepemimpinan Negeri ini dipimpin SBY, tren pemberantasan korupsi tidak menunjukan tanda-tanda kemajuan besar," katanya.
Ada enam poin yang ingin Gerakan Nasional HMI Anti SBY tegaskan:
1. HMI Se-Indonesia menolak kedatangan SBY ke acara pembukaan kongres HMI XXVIII
2. HMI Se-Indonesia. Menolak segala bentuk intervensi Cikeas dalam kongres HMI XXVIII
3. HMI Se-Indonesia mendesak kepada KPK untuk segera mengusut tuntas kasus bailout Bank Century
4. HMI Se-Indonesia mendesak kepada KPK untuk menuntaskan kasus BLBI
5. HMI Se-Indonesia mendesak kepada KPK untuk segera mengusut berbagai dugaan korupsi yang dilakukan oleh keluarga Cikeas.
6. HMI Se-Indonesia mendesak SBT untuk mundur dari jabatan Presiden Indonesia karena menjadikan Indonesia sebagai negara gagal.
Klik: