Minggu, 31 Agustus 2025

Mari Pangestu Perempuan Satu-satunya Kandidat Dirjen WTO

Pencalonan direktur jenderal Organisasi Perdagangan Dunia kini tinggal menyisakan lima nama dan dua kawasan.

Editor: Gusti Sawabi
zoom-inlihat foto Mari Pangestu Perempuan Satu-satunya Kandidat Dirjen WTO
/Tribun Manado/Rizky Adriansyah
Menteri Perdagangan RI, Mari Elka Pangestu memimpin rapat pada ASEAN Economic Ministers Meeting di Grand Kawanua International Convention Manado, Sulawesi Utara, Rabu (10/8/2011). Kegitan tersebut dihadiri oleh Wapres, Boediono dan para menteri perdagangan dan perekonomian negara negara ASEAN. Mereka akan membahas kebangkitan perekonomian Asia terhadap keterpurukan ekonomi Amerika dan Eropa. (Tribun Manado/Rizky Adriansyah)

Tribunnews.com, Jenewa — Pencalonan direktur jenderal Organisasi Perdagangan Dunia kini tinggal menyisakan lima nama dan dua kawasan.

Sejumlah sumber diplomatik mengatakan, dua kandidat berasal dari Amerika Latin, yaitu Herminio Blanco (Meksiko) dan Roberto Azevedo (Brasil). 

Adapun tiga kandidat lainnya berasal dari Asia-Pasifik. Mereka adalah Tim Groser (Selandia Baru), Taeho Bark (Korea Selatan), dan satu-satunya kandidat perempuan, Mari Elka Pangestu (Indonesia).

Kelima kandidat akan dipanggil untuk mendengarkan hasil pemilihan putaran pertama yang dilakukan tertutup di markas besar WTO di Geneva, Swiss.

Sejumlah diplomat menilai jabatan direktur jenderal WTO tak lebih dari sekadar "piala" yang indah sebab orang yang duduk di kursi dirjen tak sepenuhnya bisa mengendalikan WTO. Sebab, kebijakan WTO dikendalikan konsensus 159 negara anggotanya.

Meskipun demikian, jabatan dirjen WTO termasuk salah satu jabatan yang paling diinginkan karena sistem kerja yang berbasiskan perjanjian bersama dan penyelesaian masalah membuat WTO bisa menjadi "wasit" di antara negara-negara serta menjadi sebuah organisasi dunia paling berpengaruh selain IMF dan Bank Dunia.

Sebelum proses pemilihan selama enam bulan dimulai pada Desember lalu, para diplomat menginginkan ketua WTO berikutnya berasal dari Afrika atau Amerika Latin.

Keinginan ini ditentang Direktur Jenderal WTO saat ini, Pascal Lamy, yang menegaskan bahwa pemilihan calon ketua baru tidak didasarkan pada wilayah geografis para kandidat.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan