Breaking News:

Pidato Lengkap Presiden SBY Saat Terima World Statesman Award

Presiden tetap menerima penghargaan itu ditengah kritik SBY dianggap tidak melindungi kaum minoritas

SURYA/SUGIHARTO
Buruh berbut berjabat tangan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berkunjung Maspion I Sidoarjo, Rabu (1/5/2013). Dalam pidatonya Presiden SBY akan menetapkan mulai tanggal 1 Mei 2014 menjadi Hari Libur Nasional. (SURYA/SUGIHARTO) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menerima 2013 World Statesman Award(WSA) dari Appeal of Conscience Foundation (AoCF) di Garden Foyer, Hotel The Pierre, New York, Amerika Serikat, Kamis (30/5/2013) malam waktu setempat atau Jumat (31/5/2013) pagi WIB.

Presiden tetap menerima penghargaan itu ditengah kritik SBY dianggap tidak melindungi kaum minoritas.

Dalam pidatonya, SBY mengatakan demokrasi Indonesia tetap merupakan satu proses yang berkelanjutan.

“Kebangsaan kami terus menerus diuji. Menjaga perdamaian, tata tertib, dan harmoni adalah sesuatu yang tidak dapat dilakukan secara sambil lalu,” kata SBY.

Nah berikut pidato lengkap SBY di depan sejumlah tokoh agama dan pendiri Appeal of Conscience Foundation (AoCF) di Amerika Serikat seperti yang diterima Tribunnews.com dari Biro Pers Kepresidenan RI:

Terima kasih Rabbi Arthur Schneier, terima
kasih Dr. Henry Kissinger, atas sambutan
pembukanya yang hangat dan ramah.

Saya ingin menyampaikan penghargaan
setinggi-tingginya kepada  Appeal of Conscience
Foundation atas dedikasinya dalam membangun
jembatan bagi perdamaian dan saling pemahaman
bagi kemanusiaan. Dengan segala kerendahan  hati
saya terima penghargaan ACF ini bagi Indonesia.

Istri saya Ani, dan saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua tamu undangan atas kehadirannya pada malam ini, dan atas persahabatan yang Bapak-Ibu tunjukkan untuk Indonesia. 

Sebelum saya melanjutkan pidato ini, saya
ingin menyampaikan ungkapan duka cita yang mendalam atas bencana tornado Oklahoma yang menelan banyak korban dan menimbulkan penderitaan dan juga atas pemboman keji di Boston sebelumnya. Saya yakin Amerika akan kembali memperlihatkan daya tahannya dan bahkan akan menjadi lebih kuat lagi.

Saya juga merasa sedih atas terjadinya pembunuhan brutal terhadap seorang prajurit muda Inggris di London baru-baru ini. Atas kejadian ini, pada kesempatan berbincang dengan Perdana Menteri Inggris David Cameron, saya menyampaikan rasa duka cita saya—tindak kekerasan seperti ini tidak memiliki tempat dalam agama manapun yang
mencintai perdamaian.

Halaman
1234
Berita Populer
Penulis: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved