Minggu, 7 Juni 2026

Kenaikan Harga BBM

Biarkan PKS Keluar dan Menterinya di Dalam

Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serba salah menyikapi PKS.

Tayang:
Editor: Gusti Sawabi

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menilai Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) serba salah menyikapi PKS. Disatu sisi sikap PKS menolak kenaikan harga BBM dinilai pembangkangan terhadap koalisi. Disisi lain menteri-menteri asal PKS mendukung kebijakan pemerintah.

Ray meyakini SBY tidak akan mencopot menteri-menteri PKS. Menteri tersebut akan digunakan SBY sebagai jembatan komunikasi kepada PKS. "Begitu pula sebaliknya PKS mempertahankan menterinya untuk berkomunikasi dengan SBY," kata Ray di Jakarta, Minggu (23/6/2013).

Menurut Ray, bila SBY mencopot menteri-menteri asal PKS maka menimbulkan permasalahan baru. Ia mengatakan konflik akan muncul ketika posisi menteri tersebut lowong.

"Siapa yang mengisi Demokrat atau Golkar? Kalau Demokrat ambil semua maka Golkar akan cari gara-gara," tuturnya.

Untuk itu, Ray melihat SBY serba salah pasalnya pengisian kursi menteri tidaklah mudah. "Menurut saya biarkan PKS keluar tapi menterinya tetap dan mempertahankan stabilitas kekuatan politik," katanya.

Ray mengungkapkan PKS kini sedang bergembira karena citranya naik setelah sikapnya menolak kenaikkan BBM. Namun untuk hasil pada pemilu 2014, Ray memprediksi target PKS tiga besar tidak tercapai.

"Lolos PT (Parliamentery Treshold) saja sudah hebat, kader murni menyumbang 3,5 persen sedangkan simpatisan akan menarik diri," tuturnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved