Breaking News:

Hari Ini PRD Peringati HUT ke 17

Partai Rakyat Demokratik (PRD) akan memperingati hari ulang tahun ke 17

zoom-inlihat foto Hari Ini PRD Peringati HUT ke 17
net
Logo Partai Rakyat Demokratik

Laporan Wartawan Warta Kota, Willy Pramudya

TRIBUNNEWS.COM – Partai Rakyat Demokratik (PRD) akan memperingati hari ulang tahun ke 17 di aula Perpustakaan Nasional, Jalan Salemba Raya 28 A, Matraman, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2013) sore.

Ketua Panitia Peringatan 17 Tahun PRD, Alif Kamal, mengatakan tema yang diusung pada peringatan hari jadi tahun ini ialah Menangkan Cita-Cita Proklamasi 17 Agustus 1945: Berdaulat Di Bidang Politik, Berdikari di Lapangan Ekonomi, Berkepribadian Secara Budaya.

"Acara yang akan dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan dimeriahkan aksi panggung seni dan budaya ini akan ditandai dengan acara puncak Panggung dan Pidato Politik dan Peluncuran Buku 17 Tahun PRD," kata Alif, Minggu (21/7/2013).

Acara Panggung dan Pidato Politik akan menampilkan Web Warouw (salah satu pendiri PRD), Budiman Sudjatmiko (mantan Ketua Umum PRD), Faisol Reza (mantan Ketua Umum KPP-PRD), Agus Jabo Priyono (Ketua Umum PRD), dan Bursah Zarnubi (tokoh politik). Setelah acara puncak, panitia akan menampilkan acara peluncuran buku berjudul 17 Tahun PRD: Sumbangsih Pemikiran untuk Indonesia.

Partai Rakyat Demokratik adalah sebuah partai politik Indonesia berhaluan sosialis-demokrat yang didirikan oleh anak-anak muda. Ketika terbentuk pada 1996 sebagian besar pengurus dan anggotanya ialah para intelektual muda, mahasiswa, dan aktivis muda.

Menurut laman Wikipedia, partai ini tidak memiliki jaringan dan massa yang besar, namun perannya dalam sejarah politik Indonesia sangat penting. Partai yang bergerak dengan metode anti kekerasan ini pernah menghadapi stigmatisasi dan disalahmengerti karena dianggap sebagai gerakan komunis.

Sebelum terjadi Peristiwa 27 Juli 1996, PRD dikambinghitamkan sebagai dalang peristiwa tersebut. Para aktivis partai yang mendapat dukungan utama dari Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) ini dikejar-kejar militer dan polisi Orba, diculik dan diteror.

Sebagian dari mereka kemudian dimasukkan ke penjara. Pada pasca reformasi 1998, partai ini masih aktif dalam menggalang demonstrasi untuk mengkritik berbagai kebijakan pemerintah. Saat itu, mereka masih sempat mengalami benturan dengan aparat dan kadang-kadang perlawanan dari organisasi fundamentalis sayap kanan.

Sejak tahun 2010 PRD dipimpin oleh Agus Jabo. Agus ialah aktivis seangkatan dengan ketua PRD pertama yang kini jadi anggota PDI Perjuangan, Budiman Sudjatmiko.

Pada Kongres VII 1-3 Maret 2010, PRD mengambil keputusan radikal, yakni mengubah asas organisasi menjadi Pancasila.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved