Sabtu, 18 April 2026

Penjual Uang Recehan Berkeliaran di Stasiun Senen

Ia membawa tas punggung yang berisi setumpuk uang dua ribu, lima ribu

Laporan Ida Ayu Lestari

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tradisi mudik yang mewarnai terminal-terminal dan stasiun-stasiun di Jakarta ternyata menjadi tambahan rezeki bagi orang-orang tertentu. Melia adalah salah satunya.

Dengan mengenakan kaos putih dan celana jeans biru, Melia menjajakan uang recehan di Stasiun Senen, Jakarta (29/7/2013).

Ia membawa tas punggung yang berisi setumpuk uang dua ribu, lima ribu, serta 10 ribu yang masing-masing bernilai 100 ribu hingga 500 ribu.

"Ini di tas saya isinya uang recehan dua ribu, lima ribu, sepuluh ribu. Totalnya 30 juta lah,'' ungkap Melia.

Wanita berusia 46 tahun ini sudah 16 tahun menjual uang di Stasiun Senen selama bulan puasa.
Sehari-hari, ia menjajakan barang asongan di stasiun Senen. Sehingga, adanya tradisi mudik lebaran ini menjadi berkah tersendiri baginya.

"Yah saya mah bersyukur. Yang penting anak-anak saya bisa kuliah,'' ungkap wanita bertubuh kecil ini.

Uang recehan yang dijualnya tersebut didapat dari orang lain. Keuntungan yang ia dapat kemudian harus disetorkan kepada pemilik uang recehan tersebut.

Saat ditanya berapa keuntungan yang didapatnya, Melia enggan menjawab.

''Yah pokoknya bisa buat bayar uang semesteran anak saya,'' katanya sambil tertawa.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved