Ijazah Jokowi
JK Sebut Video Ceramah di UGM Muncul Setelah Dirinya Laporkan Rismon: Sensitif Sekali Itu Ijazah
Jusuf Kalla (JK) menjelaskan ihwal konteks ceramahnya di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta yang kini menjadi sorotan.
Ringkasan Berita:
- JK curiga pelaporan dirinya ke polisi terkait dengan langkah hukum yang dilakukannya ke Bareskrim
- JK sarankan Jokowi menunjukkan ijazahnya kepada publik
- JK menjelaskan pernyataannya dalam ceramah tersebut bertujuan mengkritik cara pandang sebagian pihak yang membenarkan kekerasan atas nama agama
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK) curiga pelaporan dirinya ke polisi terkait dengan langkah hukum yang dilakukannya ke Bareskrim Polri.
JK dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama pada Minggu (12/4/2026) malam.
Sebelum dilaporkan, JK sendiri melaporkan Ahli Digital Forensik, Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri pada Senin (6/4/2026) atas dugaan pencemaran nama baik.
"Saya tidak menuduh politik, tetapi ini kenyataannya bahwa ini timbul setelah saya mengadukan Rismon," kata JK dalam jumpa pers di kediamannya di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026).
Rismon dilaporkan ke polisi karena menuding JK mendanai kasus ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
"Timbul lah ini. Sensitif sekali itu ijazah. Kenapa sih?" sambungnya.
Baca juga: Usai JK, Giliran Penyebar Pertama Video Ceramah Eks Wapres Dilaporkan Pemuka Agama di Makassar
JK menyebut masalah ijazah Jokowi sudah terlalu berlarut-larut.
Menurutnya, Jokowi lebih baik menunjukkan ijazahnya kepada publik.
"Dan saya lihat itu asli, kenapa tidak dikasih lihat? Membiarkan masyarakat ini berkelahi diri sendiri, saling memaki masyarakat. Dua tahun," ucapnya.
Penjelasan JK Soal Ceramahnya
Dalam kesempatan tersebut JK pun menjelaskan konteks ceramahnya di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta yang kini menjadi sorotan.
Baca juga: Jusuf Kalla Klarifikasi soal Ceramah di Masjid UGM, Jelaskan Alasan Pakai Istilah Mati Syahid
JK mengatakan bila ceramahnya tengah menyoroti konflik Ambon dan Poso.
"Saya tidak bicara tentang dogma agama, saya tidak bicara tentang ideologi agama, tidak," ucap JK.
Konflik Ambon dan Poso adalah konflik komunal berlatar belakang SARA antara umat Islam dan Kristen.
Menurut JK, konflik tersebut justru menunjukkan pelanggaran terhadap ajaran agama oleh pihak-pihak yang terlibat.
JK menjelaskan, pernyataannya dalam ceramah itu bertujuan mengkritik cara pandang sebagian pihak yang membenarkan kekerasan atas nama agama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Jusuf-Kalla-JK-jumpa-pers-di-kediamannya-348.jpg)