Minggu, 26 April 2026

Bina Marga Targetkan Akhir Tahun 2013 92,5% Kondisi Jalan Sudah Mantap

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum hingga akhir tahun 2013 menargetkan 92,5% kondisi jalan berada dalam kondisi mantap

Editor: Toni Bramantoro

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk mempercepat program konektivitas nasional Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum hingga akhir tahun 2013 menargetkan 92,5% kondisi jalan berada dalam kondisi mantap.

Dirjen Bina Marga Kemenpu Djoko Moerjanto mengatakan bahwa untuk mencapai target tersebut dilakukan sejumlah program yaitu preservasi jalan sepanjang 33.416 km, preservasi jembatan sepanjang 326.185 m, peningkatan kapasitas jalan yang terdiri dari rekonstruksi dan pelebaran sepanjang 4.136 km.

"Selain preservasi dan pemeliharaan juga dilakukan pembangunan jalan baru sepanjang 364 km, pembangunan jembatan sepanjang 10.490 m, dan pembangunan flyover/underpass sepanjang 4.887 m," ungkap Djoko Moerjanto, Selasa (26/11/2013).

Mengenai jalan nasional, Djoko Moerjanto mengatakan selama periode 2001-2013 jalan nasional tumbuh signifikan yaitu sepanjang 12.298 Km dan terdapat peningkatan kemantapan jalan nasional dimana pada 2005 sebesar 80.60% menjadi 92.50% pada akhir 2013.

Selain menangani 38.570 km jalan nasional, pemerintah juga menangani jalan strategis nasional sepanjang 11.577,807 km di Kawasan Strategis, Kawasan Perbatasan, dan Wilayah terluar/terdepan. Jalan tol yang telah terbangun dan beroperasi sampai dengan tahun ini mencapai 784 km, tuturnya.

Salah satu pencapaian tersebut adalah pembangunan Jembatan Kelok 9 yang terdiri dari enam jembatan dengan total panjang 943 m dan jalan sepanjang 2,089 Km yang menjadi salah satu fenomena tersendiri dalam bisnis konstruksi di Indonesia.

Jembatan Kelok 9 mengusung konsep teknis dan seni bertajuk Green Construction dengan waktu dan biaya pengerjaan yang efisien menggambarkan usaha pemerintah untuk mewujudkan domestic connectivity antara wilayah di pantai timur Sumatera dengan pegunungan di wilayah barat Sumatera.

"Prioritas pekerjaan PU dilakukan sesuai direktif presiden dalam meningkatkan konektifitas nasional sesuai Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), kata Djoko Moerjanto.

Selain program pembangunan dan pemeliharaan jalan nasional, dilakukan pembangunan jalan strategis sepanjang 502 km dan jembatan 559 m di lintas selatan Pulau Jawa, kawasan perbatasan, kawasan terpencil dan pulau-pulau terdepan serta jalan tol sepanjang 17,19 km.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved