Pemilu 2014
Partai Golkar Apresiasi Langkah Bawaslu Bangun Sistem Peringatan Dini
Partai Golkar mengapresiasi langkah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang membangun sistem peringatan dini
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Golkar mengapresiasi langkah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang membangun sistem peringatan dini (early warning system) terhadap potensi-potensi kerawanan pelaksanaan Pemilihan Anggota Legislatif pada 9 April mendatang.
Sistem tersebut dibangun Bawaslu untuk mencegah terjadinya kerawanan pemilu seperti kegagalan tahapan pemilu, manipulasi suara, hingga kerusuhan dalam konteks kerawanan.
"Partai Golkar sebagai salah satu peserta sangat terbantu dengan apa yang dilakukan Bawaslu, sehingga gangguan-gangguan yang mungkin terjadi dalam pemilu yang tinggal beberapa bulan lagi dapat diminimalisir," ujar Anggota Komisi II DPR RI sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Nurul Arifin, dalam keterangan tertulis, Senin (27/1/2014).
Nurul menambahkan, tindakan yang dilakukan Bawaslu juga harus diikuti setiap partai peserta pemilu.
"Keamanan seluruh rangkaian pemilu hendaknya harus didukung oleh setiap peserta pemilu, tidak hanya Bawaslu. Keamanan Pemilu harus terus dijaga hingga Presiden dan Wakil Presiden terpilih," tambah Nurul.
Bawaslu telah melakukan kajian dan pemetaan terhadap 510 kabupaten dan kota di seluruh wilayah Indonesia. Terdapat empat tahapan yang menjadi fokus kajian Bawaslu. Di antaranya proses kampanye, pendaftaran dan pemutakhiran pemilih, produksi dan pendistribusian logistik, dan pemungutan dan penghitungan suara. Ketiga tahapan ini dibagi menjadi tiga kategori, yakni sangat rawan, rawan dan aman. (aco)