Breaking News:

Kasus Hambalang

Punya Uang Rp 2 Triliun di British Island? Anas: Berita Bohong Kok Sampeyan Percaya

Anas Urbaningrum mrmbantah disebut punya uang Rp 2 triliun di British Virgin Island.

TRIBUN/DANY PERMANA
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (berbaju tahanan) usai menjalani pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi di Jakarta, Rabu (29/1/2014). Anas ditahan terkait dugaan korupsi dalam proyek Hambalang yang juga melibatkan mantan Menpora Andi Malarangeng. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Edwin Firdaus

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum disebut punya uang Rp 2 triliun di British Virgin Island. Uang tersebut menurut M Nazaruddin kepada wartawan, meminjam nama Muhammad Rahmad. Dikonfirmasi soal itu, Anas membantahnya. Bahkan, Anas mencap informasi Nazaruddin itu adalah kebohongan.

"Kok berita bohong sampean percaya," kata Anas usai menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta, Rabu (29/1/2014).

Untuk diketahui, Rahmad sendiri adalah loyalis Anas Urbaningrum, dan sudah diperiksa, Selasa (28/1/2014) kemarin. Rahmad disebut-sebut sebagai bendahara nonstruktural, yang diduga mengetahui ke mana uang mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu disimpan.

Uang itu sendiri disebut-sebut berasal dari setoran kader Partai Demokrat yang hendak mengajukan diri menjadi calon kepala daerah. Uang setoran itu kemudian disimpan Anas melalui Rahmad di Singapura dan British Virgin Island.

British Virgin Island sendiri diketahui sebagai tempat pencucian uang. Sebelumnya, nama British juga muncul dalam persidangan Luthfi Hasan Ishaaq di Pengadilan Tipikor. Dikonfirmasi kembali soal itu, Anas pun menampiknya.

"Sampean sudah tahu toh. Berita bohong kok dipercaya," tegasnya.

Mengenai Rahmad, Anas mengaku hanya berkawan dengan mantan Wakil Direktur Eksekutif Partai Demokrat itu. Namun, perkawanan tersebut bukan karena bisnis.

"Iya perkawanan. Nggak ada (bisnis). Mungkin Nazar yang ada (bisnis),"kata Anas.

Pada kesempatan sama, Anas juga membantah disebut memiliki bisnis tambang batubara di Kalimantan.

"Ada lagi sampean ini," kilahnya.

Penulis: Edwin Firdaus
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved