Jumat, 17 April 2026

Pulau Jawa Butuh 5.000 Mw Setiap Tahun Agar Tidak Mati Lampu

Pemerintah melalui Kementerian ESDM telah memprediksi akan terjadi krisis listrik dalam empat tahun mendatang.

Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Gusti Sawabi
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Siap Digenangi: Proyek pembangunan waduk Jatibarang di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Jateng hingga kini sudah mulai tahap finishing, Senin (3/3/2014). Pembangunan waduk yang dimulai pada 2012 ini sudah siap untuk digenangi. Selain untuk mengatasi banjir di Kota Semarang, waduk tersebut juga berfungsi sebagai pembangkit listrik serta tempat wisata. (Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, telah memprediksi akan terjadi krisis listrik dalam empat tahun mendatang. Hal ini diakibatkan kebutuhan listrik yang meningkat.

Untuk mengantisipasi krisis tersebut Menteri ESDM Jero Wacik mengaku telah mempunyai solusinya. Salah satu jalan keluar terhindar dari krisis listrik di tahun 2018, PLN harus menambah pasokan listrik 5.000 Mw setiap tahun.

"Tambahan listrik terutama Jawa dan Bali karena tingginya pertumbuhan ekonomi di kedua pulau itu," ujar Wacik, Selasa (4/3/2014).

Wacik menjelaskan saat ini banyak hambatan yang harus dihadapi pihak pemerintah dan PLN. Masalah terbanyak adalah hambatan lahan, seperti yang 2X1000 MW di Jawa Tengah.

"Lahannya belum bebas, kurang sedikit," ungkap Wacik.

Wacik pun berjanji akan mendorong pasokan listrik sampai 7000 Mw dengan pembangkit listrik menggunakan batubara."Nah ini sedang kita kerjakan termasuk jaringan, jadi kalau pembangkitannya sudah oke, jaringannya terus paralel," papar Wacik.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved