Breaking News:

Kasus Impor Daging Sapi

Fathanah Minta Maaf Sudah Menipu Bos Indoguna

Permintaan uang ke Indoguna sebesar Rp 1,3 miliar, dikatakan Fathanah, merupakan inisiatifnya

Warta Kota/henry lopulalan/henry lopulalan
AF MENUNGGU BANDING - Terdakwa dugaan korupsi kuota impor daging sapi di Kementrian Pertanian Ahmad Fathanah (AF) lagi menerima kunjungan kerabatnya di tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin(24/2/2014). Sebelumnya Ahmad Fathanah divonis 14 tahun penjara denda Rp 1 milyar dan subsider 6 bulan penjara atas perkaranya dan lagi menunggu keputusan banding yang di ajukan oleh Jaksa KPK. (Warta Kota/henry lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Saksi Ahmad Fathanah terus terang mengakui kesalahannya karena telah menipu Direktur Utama PT Indoguna Utama Maria Elizabeth Liman terkait kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan).

Permintaan uang ke Indoguna sebesar Rp 1,3 miliar, dikatakan Fathanah, merupakan inisiatifnya.

Uang itu dipergunakan bukan untuk pengurusan kuota impor daging sapi, melainkan untuk membiayai proyek PLTS yang merupakan proyek kerjasama dengan Elda Devianne Adiningrat.

"Permintaan uang itu inisiatif saya. Saya minta maaf ya Bu (Maria Elizabeth), " kata Fathanah sambil melambaikan tangan ke terdakwa Maria dalam sidang lanjutan kasus suap impor daging sapi di Pengadilan Tipikor Jakarta,  Selasa (25/3/2014).

Fathanah mengatakan hal tersebut  saat menjawab pertanyaan Ketua Majelis Hakim Purwono Edi Santosa yang menyebutkan bahwa Fathanah telah menipu terdakwa Maria.

Bahkan, tercatat dua kali Fathanah meminta maaf kepada terdakwa karena telah meminta sejumlah uang dengan mengatasnamakan Luthfi Hasan Ishaaq yang ketika itu menjabat sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dalam persidangan, Fathanah berulang kali mengatakan hanya menggunakan nama Luthfi untuk meminta sejumlah uang kepada PT Indoguna Utama milik terdakwa.

"Saya (gunakan nama Luthfi) karena saya ingin mainkan peranan saya, seolah-olah dekat dengan ustad Luthfi," kata Fathanah.

Dia menjelaskan, awal mula mengenal terdakwa karena dikenalkan ketua Asosiasi Perbenihan Indonesia Elda Devianne Adiningrat.

"Sebelumnya saya tidak pernah bertemu dengan terdakwa. Tapi dengan Elda sering bertemu di Hotel Grand Hyatt," kata Fathanah.

Halaman
123
Penulis: Edwin Firdaus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved