Jumat, 10 April 2026

Pemilu 2014

3 Parpol Curhat ke Ketua DKPP Soal Tawaran Akan Dimenangkan

Menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif, ada oknum penyelenggara pemilu bermain kotor dengan menawarkan pemenangan kepada peserta pemilu.

Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak

TRIBUN, JAKARTA - Menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif 9 April, ada oknum penyelenggara pemilu 'bermain kotor' dengan menawarkan pemenangan kepada peserta pemilu. Setidaknya ada tiga parpol yang ditawari oleh oknum tersebut.

Tawaran pemenangan itu membuat resah tiga parpol. Mereka melaporkan hal tersebut kepada Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jimly Asshiddiqie. Karena dianggap serius, Jimly bersama KPU dan Bawaslu menyikapinya.

"Penyelenggara yang menawarkan ada dari tingkat PPK, ada juga dari tingkat kabupaten. Salah satu anggotanya. Jadi ada tiga parpol yang menelpon. Saya pikir ini serius ini. Mereka menawarkan mau menang apa kalah," ujar Jimly di Bawaslu, Jakarta, Senin (7/4/2014).

Jimly menambahkan, tiga parpol ini mengaku mendapat informasi soal tawaran pemenangan berdasar masukan para calegnya. Tapi laporan itu banyak dan menyasar ke tiga parpol. Tawaran diberikan setelah parpol ini mengevaluasi hasil kampanye.

Dikatakannya, oknum penyelenggara yang menawarkan jasa pemenangan ada di Jawa dan luar Jawa. Kendati begitu, Jimly meminta publik tidak memukul rata bahwa tindakan tak terpuji tersebut dilakukan semua penyelenggara pemilu.

"Tapi kita enggak boleh mengenaralisir. Tidak semua penyelenggara pemilu seperti itu, hanya beberapa kasus di satu daerah menyangkut banyak orang, banyak calon. Lebih dari tiga itu banyak. Kita khawatir jangan sampai ini menjadi gejala umum," imbuh Jimly.

Kata Jimly, DKPP sudah meminta para parpol atau caleg yang mendapatkan tawaran untuk dimenangkan ini melapor. Namun, mereka tidak memiliki bukti, karena tawaran tersebut dilakukan satu oknum dengan si caleg atau parpol, dan belum berbicara spesifik.

"Untuk menjaga pemilu betul-betul berintrgas, kami berpendapat, bersikap sambil mengambil langkah-langkah untuk mengingatkan semua jajaran penyelenggara pemilu maupun Bawaslu menjaga rule of the game dan rule of law sesuai kode etik yang sudah dibangun," tegasnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved