Selasa, 14 April 2026

Narapidana se-Indonesia Pamerkan Produk Unggulan

Kementerian Hukum dan HAM Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menggelar pameran karya narapidana se-Indonesia.

Penulis: Eri Komar Sinaga
Editor: Dewi Agustina
Tribunnews.com/Eri Komar
Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang memamerkan hasil rancangan busana pada Pameran Produk Unggulan Lapas Kreativitas Tanpa Batas Meski Tempat Terbatas di Plasa Pameran Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Selasa (22/4/2014). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Eri Komar Sinaga

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Untuk mengenalkan hasil karya warga binaan pemasyarakatan dan menghilangkan stigma sampah masyarakat, Kementerian Hukum dan HAM Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menggelar pameran karya narapidana se-Indonesia.

Pameran tersebut merupakan kerja sama dengan kementerian perindustrian yang bertempat di Plasa Pameran Industri Kementerian Perindustrian dengan tema 'Kreativitas Tanpa Batas Meski Tempat Terbatas'. Acara yang memamerkan karya warga binaan 33 divisi pemasyarakatan dilaksanakan 22 a hingg25 April 2014.

Handoyo, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, mengharapkan dengan pameran ini masyarakat khususnya pelaku industri bisa melihat potensi yang dimiliki warga binaan.

"Ini bentuk tanggung jawab dirjen pemasyarakatan tentang upaya pembinaan warga binaan. Mudah-mudahan masyarakat menerima ini dan mengulurkan bantuan dengan melihat produk-produk ini dan ke depan syukur ada sinergi. Teman-teman di dalam (warga binaan) semakin keratif dan diterima masyarakat dan dunia usaha. Saya pikir itu bagus," ujar Handoyo, kepada wartawan di Pameran Industri, Kemeneterian Perindustrian, Jakarta Selatan, Selasa (22/4/2014).

Selain menggelar pemaran, Dirjen PAS juga berusaha mencarikan bantuan modal untuk warga binaan setelah dinyatakan bebas. Salah satu caranya, adalah mencarikan program CSR dari perusahaan-perusahaan untuk memberikan suntikan modal.

"Kita berharap dari beberapa perusahaan seperti kemarin dari IBM ada program pembinaan entrepeneurship. Mereka dinilai, siapa yang juara diberikan modal untuk usaha. Kalau kami dari sisi anggaran, tidak bisa. Kita coba gali dari masyarakat sebagai bentuk CSR," kata dia.

Dalam kesempatan tersebut, warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang berkesempatan memamerkan hasil rancangan busana karya mereka. Selain itu dipamerkan juga hasil kerajinan tangan seperti lukisan dan karya seni lainnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved