Breaking News:

Bupati Bogor Ditangkap KPK

Usman Kesal Penyidik KPK Tak Bayar Ongkos Ojek

Dia menjadi ojek yang ditodong petugas KPK saat mengejar mobil pembawa Zairin dan FX Yohan keluar dari area parkir restoran di Taman Budaya.

Kompas.com/Ramdhan Triyadi Bempah
Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), saat melakukan penggeledahan di Kantor Bupati Bogor, Jumat (9/5/2014). Mereka datang sekitar pukul 03.00 WIB dengan pengawalan ketat dari Brimob. K97-14 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiono

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Usman laki-laki berbadan kurus. Usianya 30 tahun. Saat ditemui Tribunnews, ia mengenakan celana jins, pendeknya di bawah lutut. Ia tidak mengenakan kemeja, separuh badannya bagian atas terbuka.

"Gelo, si eta (gila itu orang). Uang ojek belum dibayar," kata Usman kepada Billy, penarik ojek yang mengantarkan Tribun ke kediaman Usman di Kampung Cibarengkok, Desa Sumur Batu, Kecamatan Babakan Madang, Bogor.

Rabu lalu, Usman dan Billy mengalami perasaan menakutkan. Sore itu, mereka menduga ada penyergapan teroris ketika petugas KPK meringkus Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Pemkab Bogor Muhammad Zairin dan pengusaha Fransiskus Xaverius Yohan di Taman Budaya Sentul City.

Usman bahkan ikut berperan secara tidak langsung. Dia menjadi ojek yang 'ditodong' petugas KPK saat mengejar mobil pembawa Zairin dan FX Yohan keluar dari area parkir restoran di Taman Budaya.

"Saya dipaksa ngojek, karena dia mengaku polisi. Ya sudah lah, saya layani. Saya berharap "ini orang besar, pasti bayarannya besar.' Eh saya tunggu lama, 10 sampai 15 menit, sampai selesai penangkapan, ternyata tidak dibayar," kata Usman.

Saat berbincang dengan Tribunnews, ia menunjukkan sepeda motor matic, yang terparkir di dalam rumah sekaligus kiosnya berjualan. Dia mengaku masih kesal, karena uang ojek dari penyidik KPK tidak jadi diperoleh.

Adapun Billy, seorang penarik ojek yang sehari-hari mangkal di pos keluar pembayaran parkir di Taman Budaya. Sore itu, Billy sekalian menemani Opek, petugas penerima bayaran parkir.

Billy coba menghibur Usman. "Mungkin orang KPK-nya buru-buru, karena dia menangkap orang itu," kata Billy.

Usman menyahut, "Iya. Tapi yang namanya ojek, jauh dekat mestinya dibayar."

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved