Minggu, 12 April 2026

Kabinet Jokowi

Seleksi Menteri Tertutup, Demokrat: Tiap Presiden Punya Cara Masing-masing

Bahkan rekam jejak calon menteri selain di fit and proper test langsung oleh presiden dan wakil presiden

Warta Kota/henry lopulalan
Presiden terpilih dan Gubenur DKI Jakarta Joko Widodo menjawab pertanyaan wartawan ketika hendak meninggalkan Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (9/10/2014). Hari-hari terakhir menjabat menjadi Gubenur DKI ini lebih banyak dihabiskan kegitan di dalam ruangan dengan menerima tamu ataupun wawancara dengan berbagai media dalam maupun luar negeri. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seleksi menteri oleh presiden terpilih Joko Widodo terkesan tertutup. Menurut Ketua DPP Partai Demokrat Herman Khaeron hal itu merupakan hak prerogratif presiden terpilih.

"Ada caranya masing-masing," kata Herman ketika dikonfirmasi, Jumat (10/10/2014)

Herman mengakui semasa presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dilakukan secara transparan. Bahkan rekam jejak calon menteri selain di fit and proper test langsung oleh presiden dan wakil presiden.

"Juga media mempublishnya sehingga ada kesempatan masyarakat luas untuk mengetahuinya bahkan memberi masukan," ujarnya.

Namun, Herman mengatakan hal itu kembali pada hak prerogatif presiden. Mantan Wakil Ketua Komisi IV DPR itu mengatakan sebaiknya fit and proper test seleksi menteri dilakukan secara terbuka. Hal itu dilakukan agar masyarakat dapat menilai calon menteri yang akan bertugas pada kabinet Jokowi-JK.

"Tentunya diharapkan akan dihasilkan menteri-menteri yang memenuhi kriteria dan harapan rakyat," imbuhnya.

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved